Aksi Senyap! Lo Kheng Hong Jala 1,42 Juta Saham ABMM
Lo Kheng Hong (tengah) bersama sejumlah direksi ABM Investama. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Lo Kheng Hong kembali menggulung saham ABM Investama (ABMM). Dedengkot investor pasar modal nasional itu, diketahui menjaring 1.423.700 helai alias 1,42 juta eksemplar. Transaksi pembelian telah dipatenkan pada Jumat, 1 November 2024.
Aksi senyap tersebut dibantu sejumlah sekuritas. Nah, broker terlibat dalam transaksi itu antara lain Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Sinarmas Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, Pluang Maju Sekuritas.
Mandiri Sekuritas, MNC Sekuritas, Panin Sekuritas (PANS), Anugerah Sekuritas Indonesia, dan OCBC Sekuritas Indonesia. Menyusul pelaksanaan transaksi itu, timbunan saham pria beralamat di Jalan Pademangan IV no 23 RT002 RW001, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara itu, makin tebal.
Tepatnya, menjadi 148,97 juta lembar alias setara dengan porsi kepemilikan 5,41 persen. Bertambah 0,05 persen dari episode sebelum transaksi tercatat 147,54 juta lembar. Timbunan saham sebelum transaksi selevel dengan 5,36 persen.
Sekadar informasi, ABM Investama per 30 September 2024 mencatat laba bersih USD111,94 juta. Melorot 50 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba USD225,77 juta. Oleh sebab itu, laba per saham dasar merosot menjadi USD0,04066 dari sebelumnya USD0,08200.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD893,52 juta, susut 21 persen dari periode sama tahun lalu USD1,13 miliar. Beban pokok pendapatan USD769,18 juta, berkurang dari posisi sama tahun lalu senilai USD813,33 juta. Laba kotor terkumpul USD124,33 juta, merosot dari USD320,26 juta. (*)
Related News
Panggilan RUPSLB PLIN, Bahas Pengurangan Modal dan Penjaminan Aset
Tak Hanya BCA, Ini Sederet Emiten yang Siap Buyback Saham
WIIM Integrasikan Operasi Divisi Filter Lewat Office Block Baru
Lanjutkan Hajatan Obligasi Rp3T, Hino Finance Rilis Rp800M
Kinerja Produksi 2025 Solid, IPCM Siap Tancap Gas di 2026
Puncaki ARA Saat yang Lain ARB, Saham STAR Berujung Suspensi





