Akuisisi Tuntas, Pengurus Inti Bangun (IBST) Cabut Berjemaah

Pengurus Inti Bangun Sejahtera pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pengurus Inti Bangun Sejahtera (IBST) cabut berjemaah. Pengurus yang mundur itu terdiri dari tiga komisaris, dan dua direksi. Yaitu, Komisaris Utama Farida Bau, Komisaris Independen Kanaka Puradiredja, dan Komisaris Independen Mohamad Hassan.
Selanjutnya, Direktur Utama Andrie Tjioe, dan Direktur Handra Karnadi. Surat pengunduran diri lima personel penting itu, telah menyambangi meja manajemen pada 1 Juli 2024. ”Kami telah menerima surat pengunduran diri pengurus,” tukas Merciana Anggani, Corporate Secretary Inti Bangun Sejahtera.
Selanjutnya, manajemen Inti Bangun Sejahtera akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa dalam tempo 90 hari, sejak surat pengunduran diri pengurus diterima. ”Pengunduran diri itu akan diproses perseroan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui anak usaha, iForte Solusi Infotek (iForte) telah menuntaskan akuisisi 90,11 persen saham Inti Bangun Sejahtera (IBST) pada 1 Juli 2024. iForte mencaplok 1.217.293.423 saham Inti Bangun dari Bakti Taruna Sejati, Dian Swastatika Sentosa, Inovasi Mas Mobilitas, dan DSST Mas Gemilang.
iForte mengakuisisi saham Inti Bangun dengan harga pelaksanaan Rp2.813 per lembar. Menyusul skema harga itu, iForte dipaksa merogoh dana taktis Rp3,42 triliun. Sebelum akuisisi, Inti Bangun telah memperoleh surat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai perubahan susunan kepemilikan saham Inti Bangun Sejahtera.
Pembeli akan menjadi pengendali baru setelah penyelesaian pengambilalihan, dan pengambilalihan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak ada hubungan afiliasi antara pembeli dengan Inti Bangun Sejahtera. (*)
Related News

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar