Alarm Bahaya, 4 Ribu Ibu Hamil di Indonesia Meninggal Setiap Tahun
:
0
Ilustrasi ibu hamil. Dok. Diskes Badung.
EmitenNews.com - Ini alarm bahaya. Angka kematian ibu hamil di Indonesia masih menjadi persoalan serius. Data kesehatan menunjukkan lebih dari 4.100 ibu hamil meninggal dunia setiap tahun, sedangkan jutaan anak juga masih mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk. Masih ada kesenjangan terkait akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan.
Fakta menyedihkan tersebut terungkap dalam forum peringatan Hari Perempuan Internasional di Jakarta pada Selasa (10/3/2026). Adalah Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada, Prof. Adi Utarini, menyebut angka tersebut menggambarkan situasi memprihatinkan.
Forum diskusi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Farid Nila Moeloek Society (FNM Society) bekerja sama dengan PT Takeda Innovative Medicines.
Melalui forum bertema "Rights. Justice. Action. Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan", para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi serta mendorong kepemimpinan perempuan di bidang kesehatan masyarakat.
"Kalau kita melihat dalam satu jam, itu ada satu ibu hamil meninggal dan empat bayi serta balita juga meninggal. Ini tentu fakta yang memprihatinkan," kata Prof Adi Utarini.
Itu berarti, setara dengan lebih dari 33 ribu kematian bayi dan balita setiap tahun, atau sekitar empat kematian setiap jam. Kondisi ini mencerminkan masih ada kesenjangan terkait akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan.
Kematian ibu dan anak sering kali berkaitan dengan faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Mulai dari keterlambatan penanganan medis, akses layanan kesehatan yang terbatas, hingga ketimpangan kualitas fasilitas kesehatan di berbagai daerah.
Dalam forum itu, selain persoalan kesehatan ibu, isu perlindungan anak juga menjadi sorotan. Data pemerintah menunjukkan sekitar 50,78 persen anak usia 13-17 tahun atau sekitar 11,5 juta anak di Indonesia pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidup mereka.
Sementara itu, sekitar 33,64 persen anak dilaporkan mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.
Tidak itu saja. Angka kekerasan terhadap perempuan juga masih cukup tinggi. Prevalensi kekerasan terhadap perempuan usia 12-64 tahun tercatat sebesar 6,6 persen pada 2024. Meski menurun dibandingkan 9,4 persen pada 2018, pemerintah menilai angka tersebut tetap memerlukan perhatian serius.
Related News
Amankan Aset Non Produktif, Bank BSN Gelar Asset Sales Rp500 Miliar
Pemerintah Gandeng Perusahaan Teknologi Inggris Perkuat Pusat Data
Program ESG SIG di Aceh Beri Manfaat Sosial 2,5 Kali Lipat Investasi
Ditolak Kejagung, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK
Kejagung Rilis 12 Kasus Korupsi Fantastis, Libatkan Pejabat dan Swasta
Buron Sejak Orde Baru, Kejagung Terus Buru Aset Koruptor Eddy Tansil





