EmitenNews.com - Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengemas dana Rp531,94 miliar. Dana taktis itu, diperoleh dari divestasi saham treasury 115.037.300 lembar alias 115,03 juta eksemplar. Pengalihan saham hasil buyback tersebut dilakukan dengan harga rata-rata Rp4.624,1 per helai. 

Pengalihan saham tresuary tersebut dibantu penuh oleh BRI Danareksa. Dengan demikian, jumlah saham hasil buyback belum dialihkan tercatat 532,34 juta eksemplar. Ya, sepanjang tahun lalu, perseroan mendapt restu investor untuk mengalokasikan anggaran buyback senilai Rp3 triliun. 

Dalam praktiknya, perseroan sukses menyerap  139.131.400 saham buyback senilai Rp512,8 miliar. Di mana, harga pelaksanaan buyback sejumlah Rp3.685,79 per helai. Lalu, pada 2023 perseroan telah melakukan buyback 293.932.300 helai alias 293,93 juta lembar. 

Pengalihan saham hasil buyback 2023 pada pokoknya dilaksanakan dalam program kepemilikan saham pekerja dan/atau direksi dan dewan komisaris dan/atau program lainnya sesuai persetujuan OJK, ketentuan, dan peraturan perundang-undangan berlaku.

Periode 2022, perseroan melakukan buyback 647.385.900 helai atau 647,38 juta lembar. Nah, 115.037.300 lembar dari total 647,38 juta saham treasury telah dilepas. Dengan begitu, saham hasil buyback belum dialihkan 532,34 juta eksemplar. (*)