Melejit 26 Persen, DCII Akhiri 2025 dengan Laba Rp1 Triliun
:
0
Kompleks perkantoran DCI Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - DCI Indonesia (DCII) per 31 Desember 2025 mengemas laba bersih Rp1 triliun. Melejit 25,67 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba senilai Rp796,47 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten asuhan Toto Sugiri tersebut menjadi Rp420 dari sebelumnya Rp334.
Pendapatan terkumpul Rp2,54 triliun, melonjak 40,33 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,81 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,16 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir tahun sebelumnya Rp755,4 miliar. Laba kotor terkumpul Rp1,37 triliun, meningkat dari akhir tahun sebelumnya Rp1,05 triliun.
Beban pemasaran Rp5,29 miliar, turun dari Rp5,45 miliar. Beban umum dan administrasi Rp125,66 miliar, bengkak dari Rp79,37 miliar. Pendapatan operasi lain Rp23,91 miliar, melonjak signifikan dari Rp3,98 miliar. Beban operasi lain Rp1,31 miliar, turun dari Rp1,38 miliar. Laba usaha Rp1,26 triliun, naik dari Rp974,81 miliar.
Pendapatan keuangan Rp6,91 miliar, susut dari edisi sama tahun sebelumnya Rp9,72 miliar. Keuntungan dari selisih antara harga transaksi dan nilai wajar yang harus ditangguhkan pada aset keuangan Rp1,23 miliar dari nihil. Beban keuangan Rp89,5 miliar, naik dari Rp79,79 miliar. Laba sebelum pajak Rp1,18 triliun, melesat dari Rp903,74 miliar.
Total ekuitas terakumulasi sejumlah Rp4 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp3 triliun. Jumlah liabilitas Rp2,64 triliun, bengkak dari akhir 2024 sebesar Rp1,81 triliun. Total aset Rp6,64 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp4,82 triliun. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





