EmitenNews.com - Kenaikan harga komoditas dan efisiensi operasional menjadi bahan bakar PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) emiten Salim–Bakrie tersebut dalam mengerek kinerja pada awal 2026, saat laba justru melaju lebih cepat dibanding pendapatan.

BUMI mencatat pendapatan sebesar USD417,65 juta hingga 31 Maret 2026, naik 19,75 persen secara year on year (yoy) dari USD348,77 juta pada episode yang sama tahun sebelumnya.

Begitupun, beban pokok penjualan ikut mengiringi penguatan 12,46 persen yoy menjadi USD334 juta dari USD297 juta. Namun, laba bruto tetap melesat setinggi 61,67 persen yoy menjadi USD82,84 juta dari USD51,24 juta.

Adapun, dari pos beban usaha naik 44,85 persen yoy menjadi USD33,78 juta dari USD23,33 juta. Meski demikian, laba usaha tetap tumbuh 75,76 persen yoy menjadi USD49,05 juta dari USD27,91 juta.

Laba sebelum pajak dikemas sebesar USD55,28 juta atau naik 93,10 persen yoy dari USD28,63 juta dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengekor lompat 35,16 persen yoy menjadi USD24,14 juta dari USD17,86 juta.

Total aset perseroan naik 5,94 persen menjadi USD4,46 miliar hingga akhir Maret 2026 dari USD4,21 miliar pada akhir 2025. Liabilitas ikut meningkat 15,79 persen menjadi USD1,54 miliar dari USD1,33 miliar, sementara ekuitas naik tipis 1,04 persen menjadi USD2,91 miliar dari USD2,88 miliar.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Kamis (30/4) saham BUMI tercatat naik 4,35 persen di level/posisi Rp240.