EmitenNews.com - PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) memperoleh fasilitas pinjaman bilateral dari Kasikornbank Public Company Limited (KBANK) senilai USD285 juta atau setara nyaris Rp5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS.

Direktur Utama BMAS, Kasemsri Charoensiddhi dikutip Minggu (3/5/2026) menyampaikan bahwa pinjaman tersebut memiliki tenor hingga dua tahun sejak tanggal penarikan dengan bunga berbasis SOFR ditambah margin sesuai kondisi pasar. Penarikan fasilitas dilakukan secara bertahap.

Hingga akhir April 2026, perseroan dikatakan Dirut BMAS bahwa telah merealisasikan penarikan sebesar USD245 juta atau sekitar Rp4,24 triliun. Rinciannya, penarikan pertama sebesar USD100 juta pada 17 Maret 2026, kedua sebesar USD85 juta pada 27 Maret 2026, dan ketiga sebesar USD60 juta pada 30 April 2026.

KBANK merupakan pemegang saham pengendali BMAS melalui entitas anaknya, KASIKORN VISION FINANCIAL COMPANY PTE. LTD. (KVF), dengan kepemilikan 86,03 persen saham atau setara 89,48 persen dalam kelompok usaha.

Kasemsri mengatakan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sesuai regulasi OJK dan ditujukan untuk memperkuat likuiditas jangka panjang serta mendukung ekspansi penyaluran kredit perseroan.