Aliran Masuk Investasi Portofolio Catat Net Inflows USD10,1 Miliar
:
0
Bank Indonesia mencatat aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dimana pada triwulan III 2024 (hingga 13 September 2024) sebesar USD10,1 miliar
EmitenNews.com - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Defisit NPI triwulan II 2024 menurun ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial yang surplus serta defisit transaksi berjalan yang sehat.
Bank Indonesia mencatat NPI triwulan III 2024 terus membaik ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, dimana pada triwulan III 2024 (hingga 13 September 2024) mencatat net inflows sebesar 10,1 miliar dolar AS (qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar 150,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Ke depan, NPI 2024 diprakirakan tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB," papar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam siaran persnya.
Surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat didukung oleh berlanjutnya peningkatan aliran masuk modal asing, sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan imbal hasil investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.(*)
Related News
Mentan Ungkap Masih Ada 130 Perusahaan Sawit Nakal, Cek Masalahnya
Pembangkit PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Ternyata Masih Kurang
Aksi Beli Investor Ritel Angkat Indeks Kospi Tembus Level 8.700
Lawan Arus, Citigroup Justru Prediksi Fed Bakal Pangkas Suku Bunga
Lagi Cari Motor Listrik? Cek Dulu Perang Diskon ini di Jakarta Fair
Dolar Stabil Jelang Keputusan Fed, Pasar Cermati Penjualan Ritel AS





