EmitenNews.com - Pesona Sukses Cemerlang mengurai kepemilikan saham Amman Mineral Internasional (AMMN). Itu dilakukan dengan melepas 646,46 juta saham perseroan. Transaksi dengan tujuan repurchase agreement (Repo) tersebut telah ditahbiskan pada 5 Mei 2026. 

Transaksi Repo tersebut terjadi dengan harga pelaksanaan Rp4.950 per lembar. Menyusul skema harga itu, Pesona meraup dana taktis senilai Rp3,19 triliun. Harga transaksi itu, lebih rendah 175 poin setara 3,41 persen dari penutupan perdagangan AMMN edisi 5 Mei di level Rp5.125 per helai. 

Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham AMMN dalam balutan kantong investasi Pesona menjadi 3,82 miliar eksemplar alias sekitar 5,27 persen. Menciut 0,892 persen dari posisi sebelum transaksi dengan tabulasi 4,46 miliar lembar. Donasi saham sebelum transaksi itu setara 6,162 persen. 

Akhir pekan lalu, saham AMMN rontok 430 poin alias 9,27 persen menjadi Rp4.210 per lembar. Dengan demikian, secara year to date alias sejak awal tahun telah terpangkas 2.590 poin atau 38,09 persen dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp6.800. 

Saham emiten tambang termasuk AMMN tumbang menyusul rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merevisi besaran royalti mineral, dan potensi perubahan pada sistem bagi hasil seperti sektor minyak dan gas bumi (migas).

Pada Jumat, 8 Mei 2026 Bahlil mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025. dalam revisi itu, muncul rencana penyesuaian tarif royalti berlaku pada komoditas emas, tembaga, perak, nikel, timah, kromium, produk ikutan nikel matte, konsentrat seng dan timbal, hingga komoditas besi dan kobalt.

Berdasar rencana revisi itu, royalti konsentrat tembaga diusulkan naik menjadi 9-13 persen dari 7-10 persen, katoda tembaga 7-10 persen dari 4-7 persen, emas 14-20 persen dari 7-16 persen, perak 5-8 persen dari 5 persen, timah 5-20 persen dari dari 3-10 persen, dan royalti bijih nikel tetap 14–19 persen dengan batas harga lebih rendah. (*)