EmitenNews.com - Rockfields Properti (ROCK) kuartal pertama 2026 mengoleksi laba bersih Rp10,51 miliar. Melejit 115 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp4,88 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut melonjvak menjadi Rp7,32 dari sebelumnya Rp3,40. 

Pendapatan terkumpul Rp34,6 miliar, surplus 15 persen dari sebelumnya Rp29,98 miliar. Beban pokok pendapatan Rp17,44 miliar, bengkak dari edisi sama tahun lalu Rp16,25 miliar. Laba kotor terkumpul Rp17,16 miliar, mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun 2025 senilai Rp13,73 miliar. 

Beban penjualan dan pemasaran Rp25,75 juta, bengkak dari Rp22,45 juta. Beban umum dan administrasi Rp3,29 miliar, susut dari sebelumnya Rp5,84 miliar. Untung selisih kurs Rp12,41 juta, turun dari Rp25,99 juta. Laba operasi tercatat Rp13,85 miliar, mengalami peningkatan dari Rp7,9 miliar. Pendapatan keuangan Rp222,53 juta, melonjak dari Rp79,37 juta. 

Beban keuangan Rp42,68 juta, menciut dari Rp501,95 juta. Jumlah ekuitas Rp830,91 miliar, naik dari Rp820,4 miliar. Defisit Rp89,02 miliar, turun dari Rp99,52 miliar. Total liabilitas Rp114,48 miliar, bertambah dari Rp114,17 miliar. Jumlah aset Rp945,39 miliar, melejit dari Rp934,57 miliar.  

Gerak Fluktuatif

Di sisi lain, sepanjang perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, saham ROCK berkutat di level Rp2.360 per saham. Itu setelah mengalami perosotan 110 poin alias 4,45 persen dari periode perdagangan hari sebelumnya. Kalau dikalkulasi dalam tempo sebulan terakhir, saham ROCK susut 490 poin alias 17,19 persen dari edisi 13 April 2026 di posisi Rp2.850. 

Menariknya, kalau dihitung dalam enam bulan terakhir, saham ROCK justru melejit signifikan yaitu 1.900 poin setara 413,04 persen dari posisi 11 November 2026 di k?zaran Rp460 per lembar. Dalam 52 minggu terakhir, saham ROCK sempatik menyentuh level terendah Rp228, dan tertinggi di kisaran Rp4.300. 

ROCK dipersenjatai dengan nilai kapitalisasi pasar sesear Rp3,39 triliun, dan P/E rasio sekitar 107,28 kali. Oleh karena itu, berdasar pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ROCK masuk salah satu emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi pada sekelompok investor tertentu. 

Kudeta BREN-DSSA, ROCK Juara HSC 

ROCK dengan kepemilikan 99,85 persen investor tertentu, menjadi pemimpin klasmen setara Grup HSC. Mengalahkan BREN di posisi kelima, dan DSSA posisi delapan. Posisi kedua ditempati oleh Ifishdeco (IFSH) 99,77 persen, Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 persen, Samator Indo Gas (AGII) 97,75 persen.