EmitenNews.com - Kesehatan finansial anak muda Indonesia menghadapi tantangan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. Financial Fitness Index (FFI) 2026 mencatat skor financial fitness anak muda turun menjadi 39,64 dari 40,60 pada tahun sebelumnya.

Studi yang digelar OCBC bersama NielsenIQ (NIQ) tersebut juga menemukan adanya kesenjangan antara kesadaran dan kesiapan finansial masyarakat. Sebanyak 55% masyarakat merasa perencanaan keuangan yang dilakukan saat ini akan membawa kesuksesan finansial di masa depan. Namun, 80% belum melakukan pencatatan keuangan dan baru 27% yang memiliki dana darurat.

NielsenIQ menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa financial awareness masih perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan dan tindakan nyata dalam mengelola keuangan.

Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi mengatakan, meski skor FFI 2026 menurun, masyarakat masih berupaya mempertahankan pemenuhan kebutuhan finansial dasar, seperti kebutuhan sehari-hari dan pembayaran utang.

Di sisi lain, semakin banyak masyarakat mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Menurut Inggit, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan awareness yang dapat menjadi modal menghadapi tantangan finansial ke depan.

Temuan FFI 2026 juga menunjukkan hubungan antara fondasi finansial dan kemampuan mengembangkan aset. Mereka yang telah memiliki dana darurat cenderung lebih banyak memiliki instrumen investasi kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, dan forex, dibandingkan mereka yang belum memiliki dana darurat.

Artinya, ketika fondasi keuangan mulai terbentuk, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk memikirkan pertumbuhan aset dan tujuan finansial jangka panjang.

Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana mengatakan, kesehatan finansial bukan semata-mata soal memiliki lebih banyak uang, melainkan memiliki fondasi dan perencanaan yang mampu menghadapi ketidakpastian sekaligus memberikan ruang untuk bertumbuh.

Karena itu, perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi keuangan, menentukan prioritas, membangun ketahanan finansial, kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing.

FFI 2026 juga menunjukkan bahwa memiliki dana darurat, kebiasaan menabung, dan investasi dapat membantu masyarakat menjalani lifestyle tanpa mengabaikan kebutuhan finansial jangka panjang.