Andry Hakim Pilih Hold 5% Saham CBRE, Manajemen Angkat Bicara
Salah satu kapal angkut tambang milik CBRE.
EmitenNews.com - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa investor Andry Hakim kini resmi memiliki 5% saham perseroan. Berdasarkan data keterbukaan informasi, kepemilikan ini merupakan bentuk keyakinan jangka panjang terhadap prospek bisnis dan aksi korporasi yang tengah dijalankan CBRE.
Dikutip dari unggahan akun Instagram pribadinya, AH menegaskan tidak akan menjual ke retail "Kepemilikan 5% saya di CBRE gak akan saya jual ke retail. Saya mau keep untuk main dividen dan bergabung ke bisnis oil & gas"
Pernyataan ini mempertegas keyakinannya terhadap prospek jangka panjang CBRE, sejalan dengan beberapa aksi korporasi yang tengah digarap perseroan
Ada beberapa alasan kuat yang membuat Andry Hakim mantap mempertahankan kepemilikan 5% di CBRE. Pertama, rencana akuisisi kapal raksasa Hai Long 106 yang menjadi bagian penting dari ekspansi offshore perseroan.
Kedua, rencana right issue yang akan memperkuat struktur permodalan CBRE. Ketiga, aksi korporasi lanjutan, akuisisi market leader offshore services yang dinilai dapat membuka peluang bisnis baru di sektor energi dan infrastruktur laut dalam.
Keempat, potensi pembagian dividen di tahun-tahun buku selanjutnya seiring dengan proyeksi peningkatan laba dari proyek-proyek strategis dalam denominasi USD. Dan terakhir, kemungkinan CBRE masuk dalam indeks MSCI di masa yang akan datang, yang dinilai akan menarik lebih banyak investor institusi global
Menanggapi langkah Andry Hakim, Direktur Utama CBRE, Suminto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para investor besar.
“Sama seperti investor lainnya, kami percaya munculnya nama investor besar seperti AH dalam CBRE tentunya didorong oleh keyakinan akan pertumbuhan fundamental perseroan yang kuat di masa depan. Untuk itu, manajemen akan lebih fokus untuk menuntaskan seluruh rangkaian aksi korporasi yang sudah direncanakan untuk menjaga kepercayaan seluruh investor,” ujar Suminto.
Dengan sederet aksi korporasi yang sedang digodok. Investor kini menanti realisasi proyek-proyek besar CBRE yang berpotensi memperkuat posisi perusahaan di industri energi dan jasa kelautan.
Saham CBRE kembali mencatatkan ARA atau melesat 24,8 persen pada perdagangan sesi 1 hari ini (16/10) dilevel Rp1660 per saham.
Dalam enam bulan CBRE terbang 6.608 persen dari harga Rp24 pada 16 April 2025. Secara tahunan (YTD) CBRE terbang 8.478 persen dari harga Rp19 pada 2 Januari 2025.
Related News
Investor Institusi LABA Divestasi Tembus Rp 13,38 Miliar di Harga Atas
Ada Rencana Aksi Korporasi Besar, Saham OPMS Ikut Menguat
Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Raih Penghargaan Top CSR of The Year 2025
Divestasi Tol Cimanggis–Cibitung, WSKT Kantongi Rp3,28 Triliun
Aksi Mundurnya Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880M





