Kelangsungan Usaha Dalam Masalah Serius, BEI Lanjut Gembok WIKA
:
0
Ilustrasi penghentian sementara perdagangan efek atau suspensi (freepik.com)
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Keputusan ini diambil menyusul kembali tertundanya pembayaran bunga obligasi serta pendapatan bagi hasil sukuk oleh emiten konstruksi pelat merah tersebut.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Adi Pratomo Aryanto bersama Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. dalam surat resmi tertanggal Selasa (3/3/2026) menyatakan bahwa penundaan pembayaran kewajiban tersebut mengindikasikan adanya permasalahan serius terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
“Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di seluruh pasar hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” tegas manajemen BEI dalam keterangannya.
BEI juga meminta seluruh pihak terkait untuk mencermati secara seksama keterbukaan informasi yang disampaikan oleh WIKA, yang saat ini telah masuk dalam Papan Pemantauan Khusus.
Hingga 3 Maret 2026, WIKA tercatat menunda pembayaran bunga, pendapatan bagi hasil, hingga pokok obligasi dan sukuk, dengan rincian sebagai berikut:
• Bunga ke-20 Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A, B, dan C
• Pendapatan bagi hasil ke-20 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A, B, dan C
• Pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A dan B
• Pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021 Seri A dan B
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





