ANTM sebagai pemilik sumber daya nikel terbesar kedua di Indonesia memiliki inisiatif untuk memanfaatkan momentum peningkatan tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dengan berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem industri baterai EV. Dus, pemisahan ini merupakan salah satu langkah awal ANTM untuk mendukung penggunaan EV Battery.

 

Manajemen Aneka Tambang menjabarkan, terdapat empat faktor internal yang mendukung rencana ini.

 

Pertama, optimalisasi pengelolaan aset wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). Anak perusahaan diharapkan dapat melakukan pengembangan dan pengelolaan aset WIUP yang lebih intensif dan efektif ke depannya, sehingga pemanfaatan aset nikel dapat dilakukan secara optimal untuk menghasilkan produk-produk akhir dari komoditas nikel yang berkualitas tinggi dan mendukung inisiatif hilirisasi nikel.

 

Kedua, akselerasi dan diversifikasi pengembangan usaha. Anak perusahaan yang menerima pemisahan juga diharapkan untuk menjadi lebih fokus, kompetitif, dan fleksibel dalam pengambilan keputusan dan peluang bisnis.

 

Selain itu, rencana pemisahan merupakan salah satu upaya diversifikasi pengembangan usaha, khususnya sebagian segmen usaha nikel yang harapannya dapat mendukung inisiatif hilirisasi nikel.

 

Ketiga, potensi kerja sama strategis. Anak perusahaan yang menerima spin-off diharapkan dapat membuka kesempatan untuk melakukan kerja sama strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi produk anak perusahaan dan memperkuat rantai pasok produksi komoditas nikel.

 

Keempat, penciptaan nilai tambah untuk pemegang saham. Terciptanya optimalisasi pengelolaan aset, akselerasi dan pengembangan usaha, dan potensi kerjasama strategis diharapkan mampu meningkatan kinerja keuangan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sebagai tujuan akhir dari pemisahan.