Anggota HSC, Emiten Permen Kenyal Siap Tebar Dividen Interim Rp126,75M
:
0
Permen kenyal PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
EmitenNews.com - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) kembali menyiapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp126,75 miliar atau setara Rp14,83 per saham. Rencana pembagian dividen emiten produsen permen kenyal yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) ini telah disetujui Dewan Komisaris pada 5 November 2026.
Dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/11/2026), perseroan menyampaikan total dividen tunai interim yang akan dibagikan mencapai Rp126,755 miliar.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 November 2026 pukul 16.00 WIB. Adapun tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 16 November 2026, sedangkan tanggal ex dividen pada 17 November 2026.
Sementara itu, cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 18 November 2026 dan ex dividen pada 19 November 2026. Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen pada 26 November 2026.
Pembagian dividen ini dilakukan di tengah posisi keuangan YUPI yang masih mencatatkan laba dan saldo laba ditahan yang cukup besar. Hingga 30 September 2026, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp449,16 miliar.
Pada periode yang sama, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat Rp588,08 miliar, sementara total ekuitas mencapai Rp1,72 triliun.
Sebelumnya, pada 18 Agustus 2026, YUPI juga telah mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp17,01 per saham atau dengan total nilai Rp145,38 miliar. Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Dari sisi kepemilikan, berdasarkan laporan bulanan registrasi efek per 30 September 2026, pemegang saham terbesar sekaligus pengendali YUPI adalah PT Confectionery Consumer Products dengan kepemilikan 90%. Robin Ong Eng Jin yang berdomisili di Singapura tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau pengendali tingkat individu perseroan.
Sementara itu, kepemilikan saham di luar pengendali atau porsi publik mencapai 10%, dengan jumlah pemegang saham sebanyak 3.610 pemilik Single Investor Identification (SID).
BEI sebelumnya menetapkan YUPI sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC. Berdasarkan metodologi penentuan HSC per 30 Juni 2026, sejumlah pemegang saham secara agregat menguasai 99,91% dari total saham YUPI dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
Related News
Kepemimpinan AMOR Solid, Siapkan Dividen Final Rp23 Per Saham
Pasang Target Rp2 Triliun, BSI (BRIS) Tawarkan Sukuk Mudharabah
Masuk OCBC NISP, Kini ada 16 Bank Penampung DHE SDA
Aset Meledak, Laba Bersih Krom Bank Tembus Rp157 Miliar
Pengendali Borong 11,57 Juta Saham PTRO Rp25M, Harganya Malah ARB!
Jhonlin Terbesar di BYAN, Elaine Tetap, Kepemilikan Dato Low Sisa 8,3%





