Pasang Target Rp2 Triliun, BSI (BRIS) Tawarkan Sukuk Mudharabah
:
0
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Dengan mematok target dana yang dihimpun Rp2 triliun, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan I Bank BSI Tahap III Tahun 2026. Perseroan akan memanfaatkan sepenuhnya seluruh dana bersih dari hasil penawaran umum ini.
Dalam keterangan yang dihimpun Jumat (6/11/2026), manajemen melaporkan aksi korporasi berupa penerbitan instrumen sukuk ini, bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan I. Target total dana keseluruhan mencapai Rp10 triliun.
Harap diketahui pelaksanaan penawaran instrumen ini didukung oleh empat penjamin pelaksana emisi efek terkemuka. Yaitu, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Mega Capital Sekuritas, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat.
Berdasarkan indikasi jadwal yang telah ditetapkan, masa penawaran umum pada 6 November 2026. Tahapan selanjutnya meliputi tanggal penjatahan pada 9 November 2026, pengembalian uang pemesanan serta distribusi sukuk secara elektronik pada 11 November 2026, hingga pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 November 2026.
Dari prospektus perseroan, diketahui sukuk ini dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan telah mengantongi hasil pemeringkatan nasional idAAA(sy) (Triple A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
BSI menyediakan tiga pilihan seri sukuk tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo yang didaftarkan atas nama KSEI dengan jangka waktu dan tingkat ekuivalen imbal hasil yang bervariasi.
Masing-masing terdiri atas Seri A senilai Rp900 miliar berjangka waktu 370 hari kalender dengan ekuivalen 7,00% per tahun. Kemudian, Seri B senilai Rp230 miliar berjangka waktu 2 tahun dengan ekuivalen 7,05% per tahun. Lalu, Seri C senilai Rp870 miliar berjangka waktu 3 tahun dengan ekuivalen 7,20% per tahun.
Pembayaran pendapatan bagi hasil untuk seluruh seri tersebut dijadwalkan secara berkala setiap triwulan. Pembayaran pertama 11 Februari 2027, dan pembayaran terakhir disesuaikan dengan tanggal jatuh tempo masing-masing seri pada akhir periode.
Seluruh dana bersih dari hasil penawaran umum ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh perseroan. Dana tersebut dialokasikan untuk penyaluran pembiayaan baru maupun eksisting, baik langsung maupun tidak langsung, pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Juga untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) berdasarkan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023.
Penting diketahui bahwa pemanfaatan dana ini dirancang sejalan dengan landasan maqashid syariah yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata. Lebih dari itu, penerbitan sukuk ini turut memperhatikan dimensi spiritual, pelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. ***
Related News
Anggota HSC, Emiten Permen Kenyal Siap Tebar Dividen Interim Rp126,75M
Kepemimpinan AMOR Solid, Siapkan Dividen Final Rp23 Per Saham
Masuk OCBC NISP, Kini ada 16 Bank Penampung DHE SDA
Aset Meledak, Laba Bersih Krom Bank Tembus Rp157 Miliar
Pengendali Borong 11,57 Juta Saham PTRO Rp25M, Harganya Malah ARB!
Jhonlin Terbesar di BYAN, Elaine Tetap, Kepemilikan Dato Low Sisa 8,3%





