Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas, ini Sejumlah Langkah Kino Indonesia (KINO) di 2022
:
0
EmitenNews.com - Adanya kenaikan harga komoditas telah diantisipasi oleh PT Kino Indonesia Tbk (KINO) melalui sejumlah strategi bisnis.
Menurut Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan KINO, Budi Muljono, KINO memang menyatakan kenaikan harga komoditas dunia yang berimbas ke kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan bagi perusahaan.
Untuk itu Budi berharap perbaikan konsumsi masyarakat bisa mengkompensasi hal tersebut. "Untuk kenaikan harga bahan baku memang menjadi isu yang dihadapi bersama oleh semua produsen. Oleh karena itu, salah satu pilihan memang melakukan penyesuaian harga," jelasnya, Minggu (20/2).
Budi memperkirakan harga bahan baku akan memasuki fase normalisasi ke depan. Selain itu, perbaikan konsumsi juga diyakini mulai berangsur terjadi ketika gelombang pandemi akibat varian Omicron teratasi. "Untuk perbaikan konsumsi, kami mengharapkan akan terjadi setelah gelombang ketiga Covid-19 mereda dan [status] pandemi [berubah] menjadi endemi. Dengan demikian aktivitas berangsur pulih dan terjadi perbaikan konsumsi serta daya beli masyarakat," tambahnya.
Ke depan, Budi menyatakan perusahaan akan mengoptimasi penjualan pada produk-produk yang secara permintaan masih terjaga di tengah pandemi.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2021 penjualan segmen farmasi tercatat tumbuh 12 persen menjadi Rp46,22 miliar, produk minuman tumbuh 19 persen menjadi Rp1,40 triliun, segmen makanan naik 1 persen menjadi Rp304,80 miliar, dan segmen perawatan tubuh turun 26 persen menjadi Rp1,17 triliun.
Sebagaimana diketahui, KINO merupakan produsen dari sejumlah kebutuhan sehari-hari seperti minuman penyegar Larutan Cap Kaki Tiga, vitamin rambut Ellips, permen Kino, sampai Sleek Baby. Penjualan KINO secara kumulatif pada periode Januari sampai September 2021 terkoreksi 5,75 persen menjadi Rp2,93 triliun. Laba bersih perusahaan turun sampai 48,78 persen dari Rp161,69 miliar menjadi Rp82,80 miliar.
Related News
CLEO Operasikan 2 Pabrik Baru di Q4-2026, Jaga Pertumbuhan Dua Digit
Reshuffle! KKGI Rombak Direksi, Wimpi Salim Jadi Dirut Baru
Saldo Laba 2025 Menggunung, KKGI Kucurkan Dividen Tunai Rp20 per Saham
INET Akuisisi 60% Saham SGI, Bidik Pendapatan Berulang Jangka Panjang
Anak Usaha GEMS Tambah Lagi Capex, Ada Dana Segar dari BMRI
Bebas dari Suspensi: 2 Saham Lanjut Ngebut, 1 Ambruk 13 Hari Berturut!





