APAC Tender Offer 142,69 Juta Saham Era Graharealty (IPAC) Rp122 per Lembar

EmitenNews.com - APAC Investment 2 Pte. Ltd bakal melakoni tender offer saham Era Graharealty (IPAC) Rp17,40 miliar. Itu dilakukan dengan menswear 142.699.900 lembar pada harga pelaksanaan Rp122 per lembar. Tender offer saham sebanyak itu setara 15,023 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perusahaan.
APAC sebagai pengendali baru mengklaim memiliki dana cukup untuk melakukan penyelesaian, dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib tersebut. Periode tender offer sejak 18 Oktober 2022 hingga 16 November 2022. Tanggal pembayaran dilakukan pada 28 November 2022.
Setelah MTO tuntas, APAC telah menyiapkan sejumlah aksi korporasi. Ekspansi bisnis dengan menambah jumlah franchise, agen, dan angora broker. Berkomitmen menjadi pemenuhan ketentuan free float saham perseroan, dan tidak melepas kepemilikan saham dalam tempo tiga tahun mendatang. ”Itu menjadi APAC untuk memperkuat posisi perseroan,” imbuhnya.
MTO itu harus dijalani APAC setelah menjadi pengendali baru Era Graharealty. APAC memboyong 757.394.700 saham Era Graharealty milik PT Realti Indo Mandiri (RIM). Transaksi akuisisi terjadi pada 11 Agustus 2022 dengan harga pelaksanaan Rp122 per saham senilai Rp92,40 miliar. Dengan begitu, APAC mengempit 84,977 persen saham Era Graharealty.
Kegiatan usaha APAC merupakan perusahaan induk investasi untuk teritorial Indonesia. Chua Khee Hak beroperasi sebagai direktur APAC. Formasi saham APAC terdiri dari dua lembar bernominal SGD1. Nilai modal ditempatkan, dan disetor SGD2 dengan pemegang saham APAC Realty Limited.
Penerima manfaat akhir dan langsung APAC yaitu APAC Realty Limited, dan Morgan Stanley. Kedua saham perusahaan itu, tercatat pada Singapore Stock Exchange (SGX), dan New York Stock Exchange (NYSE). (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG