Saham Grup Prajogo Pangestu Senin (18/5), Masih Merah!
:
0
Prajogo Pangestu.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada pembukaan perdagangan Senin (18/5/2026). Usai libur panjang, pada perdagangan intraday hari ini IHSG ambruk 4,37% atau melemah 293,79 poin ke level Rp6.429,53.
Sejumlah saham turut menjadi penahan laju indeks, termasuk saham-saham yang sebelumnya terdepak dari MSCI Indeks, seperti BREN, CUAN, TPIA, DSSA, AMMN, dan AMRT.
Berdasarkan pantauan emitennews di aplikasi Ajaib, saham-saham tersebut bergerak melemah sepanjang perdagangan intraday.
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terperosok 14,86% atau turun 550 poin ke level Rp3.150, lalu Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 14,98% turun 155 poin ke level Rp880, dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terpeleset 4,24% atau turun 60 poin ke level Rp1.355.
Sementara saham-saham grup Prajogo Pangestu yang juga terdepak mengalami nasib serupa. Barito Renewable Energy Tbk (BREN) ambles 6,88% atau turun 220 ke level Rp2.980, Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terperosok 8,24% atau turun 70 poin ke level Rp780, dan Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambruk 14,88% atau rontok 640 poin ke level Rp3.660.
Pelemahan saham terdepak MSCI itu juga turut dirasakan saham emiten Prajogo lainnya seperti, Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 1,92% atau turun 40 poin ke level Rp2.040, Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 7,92% atau turun 80 poin ke level Rp930, Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melemah 7,02% atau turun 120 poin ke level Rp1.590 dan Petrosea Tbk (PTRO) yang mengalami pelemahan 4,88% atau turun 245 poin ke level Rp4.780.
Merujuk data Mirae Asset Sekuritas, sepanjang perdagangan pekan lalu, investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp2,8 triliun, dengan year to date asing telah mengakumulasi net sell mencapai Rp51,8 triliun.
Lima saham teratas yang mencatatkan net buy di antaranya ADRO, TLKM, INKP, TINS, dan ISAT. Sedangkan lima saham teratas yang mencatatkan net sell yaitu BMRI, BBRI, ANTM, DSSA, dan CUAN.
Adapun IHSG membukukan koreksi sebesar 3,4% mtd (month to date) sejak awal Mei.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai pelemahan saham terdepak MSCI yang tengah terjadi merupakan hal yang cukup wajar imbas rebalancing tersebut. Namun, investor tetap harus mencermati ke depannya hingga akhir bukan Mei, sebab pengumuman MSCI tersebut akan efektif di awal Juni 2026.
Related News
WBSA Keluar dari FCA, Saham HSC 95,82 Persen Ini Lanjut Tertekan
PGEO Dorong Dekarbonisasi Nasional, Edisi 2025 Hemat Energi 90.502 MWh
Harga Premium, BEEF Buyback Rp100 Miliar via BCA Sekuritas
Cum Dividen Hari Ini, Ada BJTM, TOTL hingga RATU
JPFA Cairkan Dividen Besok, Laba Kuartal I Meroket 167,64 Persen
Prajogo Belum Tergusur, Harta Susut USD2,3 M, Idola Investor Ritel





