EmitenNews.com - PT Argo Pantes Tbk (ARGO) optimistis prospek bisnis pergudangan modern masih terbuka lebar sepanjang 2026. Setelah mengamankan kontrak jangka panjang dengan J&T Cargo, perseroan mengungkapkan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah tenant baru yang berpotensi memperkuat pendapatan berulang (recurring income) ke depan.

Manajemen Perseroan mengatakan saat ini perseroan tidak membatasi ekspansi pada sektor tertentu. Namun, permintaan terbesar masih datang dari industri logistik, jasa kurir, hingga fast moving consumer goods (FMCG).

Menurutnya, kebutuhan ruang penyimpanan dan pusat distribusi terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas manufaktur dan distribusi barang konsumsi di Indonesia.

"Pasar yang paling terbuka saat ini adalah bisnis logistik, kurir, dan FMCG. Kebutuhan lahan dan gudang terus meningkat dan kami menyiapkan lokasi untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujar manajemen dalam laporan hasil paparan publik Rabu lalu, dikutip Jumat (12/6/2026).

Perkuat Ekspansi di Bekasi

Manajemen ARGO bahkan mengungkapkan sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah calon tenant baru untuk area Bekasi. Perseroan menargetkan dapat mengumumkan tenant yang akan bergabung dalam dua bulan mendatang.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, ARGO menyiapkan belanja modal (capex) minimal Rp250 miliar sepanjang 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi gudang eksisting, peningkatan infrastruktur, hingga pembangunan fasilitas baru.

Perseroan juga mulai menerapkan strategi seleksi tenant yang lebih ketat dengan mengutamakan perusahaan yang memiliki model bisnis berkelanjutan dan bersedia menjalin kontrak jangka panjang.

Di wilayah Bekasi, ARGO menargetkan area sewa mencapai 40.000 meter persegi pada tahun ini. Perseroan menilai kawasan tersebut masih memiliki potensi besar meskipun tingkat persaingan antar pengelola gudang relatif tinggi.

Kontrak Rp221 Miliar