Laba RAJA Melonjak 88 Persen Semester I, Ini Tiga Mesin Pendorongnya
:
0
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berhasil membukukan lonjakan laba bersih 88% pada semester I-2026.
EmitenNews.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berhasil membukukan lonjakan laba bersih 88% pada semester I-2026. Emiten infrastruktur energi itu menikmati hasil dari strategi diversifikasi investasinya, ditopang kontribusi proyek baru serta kenaikan harga minyak dunia.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, RAJA membukukan laba bersih sebesar USD28,9 juta, melonjak 88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD15,4 juta.
Kinerja perseroan ditopang pendapatan sebesar USD131,2 juta, meningkat 3% dari USD127,6 juta pada semester I-2025. Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor yang telah beroperasi secara komersial sehingga mampu mengimbangi penurunan volume penjualan gas akibat gangguan operasional jaringan pipa di Sumatera.
Di sisi profitabilitas, lonjakan laba tidak hanya berasal dari bisnis operasional. Perseroan juga menikmati kenaikan pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) seiring rata-rata harga minyak yang meningkat menjadi sekitar USD117 per BOEPD, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar USD74 per BOEPD pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, kontribusi investasi dari Grup Hafar serta pencatatan gain on bargain purchase atas akuisisi participating interest di Blok Madura melalui anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turut memperkuat pertumbuhan laba bersih Perseroan.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, mengatakan semester pertama tahun ini menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan meski masih menghadapi sejumlah tantangan operasional.
"Kami melihat Semester I 2026 sebagai periode yang menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan. Meskipun masih menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, kami berhasil menjaga pertumbuhan kinerja melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, serta momentum positif dari sektor hulu," ujar Djauhar dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Memasuki paruh kedua 2026, RAJA akan melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur energi dan optimalisasi aset-aset yang telah beroperasi. Perseroan meyakini kombinasi pertumbuhan organik dan ekspansi yang terukur akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
Related News
SMBC Indonesia (BTPN) Perkuat Fondasi Bisnis, CASA Melonjak 37 Persen
Produksi CPO Naik, Pendapatan TLDN Tumbuh Jadi Rp2,71T di Semester I
Laba GGRM Meledak 2.440 Persen Jadi Rp2,98 Triliun di Semester I 2026
Laba Bersih ULTJ Melonjak 72,5 Persen YoY Tembus Rp1,04T di Q2-2026
ADMG Berbalik Cetak Laba USD5,66 Juta pada Semester I 2026
Penjualan HM Sampoerna Semester I Rp56,5T, Gandakan Perolehan Laba





