EmitenNews.com - PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) bersiap melepas seluruh saham treasuri sebanyak 192,33 juta saham ke pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan memenuhi ketentuan free float sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 18 September 2026, SCNP menyebut saham treasuri tersebut setara 7,69% dari total modal disetor dan ditempatkan Perseroan. Saham tersebut berasal dari program pembelian kembali saham (buyback) yang telah diselesaikan pada April 2025, dengan harga rata-rata perolehan Rp156 per saham.

Emiten peralatan elektronik rumah tangga milik keluarga Nursalim itu telah menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai Perantara Pedagang Efek atau selling agent untuk melaksanakan penjualan saham treasuri tersebut.

Untuk jadwal penjualan, perseroan memastikan akan dimulai pada 25 September 2026 dan paling lambat berakhir pada 21 April 2028, sesuai batas waktu yang ditetapkan regulasi. Seluruh saham treasuri sebanyak 192.334.900 lembar akan dialihkan melalui transaksi jual di pasar reguler BEI.

Selain itu, SCNP membatasi penjualan maksimal 20% dari total saham treasuri per hari, atau sebanyak 38.466.980 saham. Transaksi juga hanya dapat dilakukan mulai 30 menit setelah pembukaan hingga 30 menit sebelum penutupan perdagangan.

Lebih lanjut, perseroan menetapkan batas harga minimum dalam eksekusi penjualan. Harga penawaran tidak boleh lebih rendah dari Rp156 per saham, atau mengikuti harga penutupan sehari sebelumnya maupun rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir setelah diskon maksimal 7,5%, dengan menggunakan harga yang lebih tinggi.

Tambah Porsi Free Float

Manajemen SCNP juga menyatakan pelepasan saham treasuri tersebut ditujukan untuk mengembalikan porsi saham publik secara signifikan guna memenuhi ketentuan BEI mengenai free float minimal 15%.

Selain itu, Perseroan berharap tambahan saham yang beredar di publik dapat meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas saham SCNP. Dana hasil penjualan saham treasuri nantinya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung kegiatan operasional Perseroan.

Jika seluruh 192,33 juta saham tersebut terjual pada batas minimum Rp156 per saham. Secara matematis nilai bruto penjualannya sekitar Rp30 miliar.