Sinyal RKAB Rampung, Saham BYAN Meroket ARA 19,96 Persen di Sesi I
:
0
Aktivitas pengangkutan di pelabuhan batu bara Bayan Resources. Foto - Dok Bloomberg Technoz
EmitenNews.com - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melesat sentuh Auto Rejection Atas (ARA) sejak sesi pembukaan sesi I perdagangan Jumat (18/9).
Data RTI Business menunjukkan, BYAN dibuka di level Rp13.825, naik 2.300 atau melonjak 19,96%. Volume transaksi tercatat 8,88 juta saham dengan nilai transaksi Rp122,66 muliar dan frekuensi 4.909 kali.
Penguatan BYAN kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk 0,28% ke level 6.444. Sebanyak 388 saham turun, 198 naik, dan 200 saham stagnan.
Lonjakan ini terjadi sehari setelah perseroan mengumumkan rencana pengalihan saham pengendali. Pendiri BYAN, Low Tuck Kwong bersama putrinya Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement) pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama.
Perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam itu akan mengambil alih 10.000.000.500 saham biasa atau sekitar 30% saham BYAN. Jhonlin Baratama sendiri merupakan bagian dari Jhonlin Group.
Beberapa waktu sebelumnya, BYAN mengumumkan kondisi kahar atau force majeure atas tiga anak usahanya.
Ketiga anak usaha yang mengalami force majeure itu antara lain Tiwa Abadi (TA), Tanur Jaya (TJ), dan Fajar Sakti Prima (FSP). Kondisi force majeure itu terkuak imbas persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk ketiga anak usaha belum diterbitkan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan bahwa proses revisi RKAB ditargetkan rampung pekan ini.
“Secara spesifik saya belum lihat, tetapi sedang proses lah. Mudah-mudahan minggu ini kelar,” tegas Tri, dikutip Bloomberg.
Hingga menjelang penutupan perdagangan sesi I, saham BYAN masih anteng di posisi ARA.
Related News
Ditetapkan UMA, Saham Ini Masih Melenggang Naik!
Sekar Bumi (SKBM) Ungkap Kronologi Kebakaran, Begini Ceritanya
Emiten Kayu IFII Tebar Dividen Interim Rp47 Miliar, Cair Oktober
IFII Jadwal Dividen Interim, Simak Lengkapnya
Outlook BYAN Kena Pangkas Moody’s, Dari Stabil ke Negatif
H Isam Datang, BYAN Auto Bebas Force Majeure?





