AS Tangguhkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 7 Persen
:
0
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis hingga 7 persen menuju level USD 83 per barel pada perdagangan hari Senin.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis hingga 7 persen menuju level USD 83 per barel pada perdagangan hari Senin. Pada saat yang sama, harga minyak jenis Brent juga terkoreksi hingga 7 persen ke bawah level USD 90 per barel sebelum akhirnya sedikit pulih.
Penurunan tajam ini terjadi setelah Amerika Serikat menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua malam berturut-turut, yang berhasil meredakan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah setelah pengetatan konflik selama beberapa minggu.
Jeda ketegangan militer tersebut dimulai sejak Jumat malam tanpa adanya pengumuman resmi dari pihak AS. Sementara itu, pihak Teheran menyatakan telah menghentikan operasi militer balasannya dan saat ini sedang terlibat dalam pembicaraan diplomatik dengan Oman mengenai jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Meskipun tensi antara AS dan Iran menunjukkan tanda-tanda mereda, situasi keamanan di jalur perdagangan kawasan masih dinamis. Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas yang terhubung dengan perusahaan minyak Saudi Aramco di pelabuhan Laut Merah, tepatnya di wilayah Jizan dan Yanbu, sepanjang akhir pekan lalu.
Sebelum penurunan pada hari Senin ini, harga minyak mentah global sempat melambung hampir 40 persen sepanjang bulan ini. Lonjakan tersebut dipicu oleh gangguan pasokan yang meluas dari Selat Hormuz hingga ke kawasan Laut Merah.
Jalur Laut Merah sendiri menjadi rute alternatif yang sangat penting bagi ekspor minyak mentah Arab Saudi dengan volume pengangkutan mencapai jutaan barel setiap harinya.
Bagi Indonesia, pergerakan fluktuatif harga minyak mentah dunia ini menjadi perhatian serius. Sebagai negara net importer minyak mentah yang mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, dinamika harga minyak global berpotensi berdampak langsung pada beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kestabilan harga bahan bakar minyak di tingkat domestik.(*)
Related News
Harga Minyak Anjlok, Aset Safe-Haven Berfluktuasi Tajam
Mengapa Fed Diyakini tak akan Menaikkan Suku Bunga di Rapat Rabu Ini?
Fed Gelar Rapat Pekan Ini Saat Harga Minyak Naik, Suku Bunga Naik?
Danareksa Jadi Pusat Konsolidasi Industri BUMN & Lokasi Sementara PFII
Defisit Migas USD19,7 Miliar, B50 Dinilai Belum Cukup Tekan Subsidi
Salurkan Pinjaman Subsidi Bunga 0 Persen Bank Sumut Mitra Pemkot Batam





