EmitenNews.com - PT Cipta Sarana Medika (DKHH) mengalami peningkatan aset sebesar Rp330 miliar pada tahun 2025, naik sekitar 23,1 persen dari Rp268 miliar pada tahun 2024.

Dari liabilitas DKHH berhasil menekan kewajiban sehingga tercatat Rp54 miliar atau turun 10 persen ke Rp60 miliar dari periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan ekuitas tercatat Rp206 miliar, naik signifikan sekitar 59,7 persen dari Rp129 miliar pada tahun 2024.

Sementara dari sisi aktivitas usaha, DKHH memperoleh pendapatan sebanyak Rp144 miliar pada tahun 2025, sedikit menurun 5,3 persen dari Rp152 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi beban pokok pendapatan yang meningkat menjadi Rp110 miliar, atau naik 5,8 persen dari Rp104 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Sehingga laba kotor tercatat Rp34 miliar pada tahun 2025, turun sekitar 27,7 persen Rp47 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara beban usaha menunjukan efisiensi dengan beban penjualan sebesar Rp2,7 miliar pada tahun 2025, turun sekitar 32,5 persen Rp4,0 miliar pada tahun sebelumnya. Kemudian beban umum dan administrasi Rp27 miliar pada tahun 2025 dan Rp31 miliar pada tahun 2024, atau menurun 12,9 persen.

Efisiensi tersebut turun mendorong kenaikan laba sebelum pajak penghasilan DKHH yang membukukan Rp5,6 miliar pada tahun 2025, meningkat pesat lebih dari 8.000 persen dari Rp69 juta pada tahun 2024.

Sehingga, secara keseluruhan DKHH mencatat laba neto sebesar Rp6,0 miliar pada tahun 2025, meningkat sekitar 114,3 persen dari Rp2,8 miliar dari tahun sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (6/4) saham DKHH mengalami koreksi 1,54 persen atau turun 1 poin ke level Rp64,00. Penurunan ini terus terjadi secara year to date sebesar 20 persen atau 16 poin di level yang sama.