Aset Gede, Emiten Hary Tanoe (BHIT) Private Placement 8,6 Miliar Helai
:
0
Gedung MNC Tower tampak dari bagian depan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - MNC Asia (BHIT) bakal menggeber private placement 8,6 miliar lembar. Penerbitan saham baru itu, maksimal 10 persen dari seluruh saham telah disetor penuh dalam perseroan. Pengeluaran saham anyar tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp100.
Tindakan korporasi itu, akan memberi sejumlah manfaat kepada perseroan. Antara lain meningkatkan struktur permodalan, dan keuangan perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja perseroan. Jumlah saham beredar akan bertambah, sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
Jaring Investor Strategis
Perseroan dapat mengundang investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modalnya dalam perseroan agar dapat memberi nilai tambah bagi kinerja perseroan. Dana hasil private placement, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, dan keuangan perseroan.
Menyusul aksi korporasi tersebut, bagi pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan yaitu maksimal 9,09 persen. Hajatan itu, akan dilakukan dalam tempo dua tahun setelah mendapat restu investor.
Nah, untuk mendapat izin para pemodal, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 29 Juni 2026 mendatang. Peserta berhak ikut dalam rapat tersebut harus tercatat sebagai pemegang saham pada 4 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Laba Bertumbuh Solid
Sepanjang kuartal pertama 2026, BHIT mengemas laba bersih Rp108,38 miliar. Surplus 13,45 persen dari episode sama tahun lalu Rp95,53 miliar. Jumlah pendapatan bersih Rp3,73 triliun, menyusut dari posisi sama tahun sebelumnya Rp4,07 triliun. Beban langsung Rp2,21 triliun, susut dari Rp2,27 triliun.
Laba kotor Rp1,51 triliun, menciut dari Rp1,79 triliun. Beban umum dan administrasi Rp764,57 miliar, susut dari Rp878,28 miliar. Beban keuangan Rp295,71 miliar, berkurang dari Rp307,52 miliar. Untung selisih kurs mata uang asing Rp15,47 miliar, turun dari Rp60,08 miliar. Laba tahun berjalan Rp462,16 miliar, melejit dari Rp382,06 miliar.
Aset Jumbo
Related News
Kerek Likuiditas, Grup Lippo (MLPT) Stock Split 1:25
NELY Tabur Dividen 57,07 Persen Laba, Cum Date 2 Juni 2026
PPGL Jadwal Dividen Rp39,5 per Lembar dengan Yield 22,19 Persen
Aset Gendut, INET Jadwal Dividen dari Laba 2025
TOWR Tebar Dividen Rp400,08 Miliar, Cum Date 2 Juni 2026
ITSEC Asia (CYBR) Fokus Ekspansi AI dan Cyber Security di 2026





