EmitenNews.com - Di dunia pasar modal global, uang triliunan rupiah tidak pernah benar-benar menguap atau lenyap. Ia hanya berpindah mencari rumah yang lebih aman dan menguntungkan. Filosofi kejam inilah yang sedang menampar keras Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI bulan Mei 2026.

Sebagai negara yang sama-sama menghuni kasta Emerging Markets MSCI di kawasan Asia, Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand seharusnya menikmati aliran dana asing (capital inflow) yang tidak jauh berbeda. Namun, realita data menunjukkan anomali yang sangat brutal. Asing sedang mengemasi kopernya dari Jakarta, dan terbang untuk berpesta pora di Seoul dan Bangkok.

Berdasarkan data World Index Comparison per pertengahan Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rapor merah berdarah dengan kinerja Year-to-Date (YTD) anjlok hingga -22,25%. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi juru kunci, yakni peringkat 6 di ASEAN dan peringkat 35 secara global.

Bandingkan dengan Korea Selatan (KOSPI) yang terbang to the moon dengan performa YTD +86,13% alias ranking 1 Asia Pasifik dan Dunia. Bahkan tetangga kita, Thailand (SET Index) yang stabil menghijau +20,45% dan menyabet peringkat pertama di ASEAN.

Mengapa nasib Indonesia begitu tragis dibandingkan kedua peers-nya? Jawabannya ada pada rapor MSCI Index Review Mei 2026. 

Baca Juga: Rebalancing MSCI Mei 2026: 6 Big Cap RI Terdepak, BREN-DSSA Termasuk

Tragedi Bersih-Bersih di Bursa Indonesia

Anjloknya IHSG hingga minus 22% tahun ini sangat berkorelasi dengan hilangnya selera manajer investasi global terhadap struktur kepemilikan saham di bursa lokal. Pengumuman MSCI menjadi puncak gunung es eksodus tersebut.

Di kategori elite MSCI Global Standard Index, Indonesia harus menelan pil pahit dengan 0 penambahan saham baru, namun 6 saham raksasa resmi didepak, termasuk trio emiten andalan Prajogo Pangestu (BREN, TPIA, CUAN). 

Hukuman ini menjalar ke lapis kedua, di mana pada MSCI Small Cap Index, asing kembali membuang 13 saham Indonesia dan hanya mentransfer 1 saham depakan Global Index. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).