Asing Keluar Lepas 7 Saham Ini, IHSG Ambles 1,10 Persen di Sesi I
:
0
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I siang hari ini Senin (23/5) ambles -1,10% atau -76,444 point ke level 6.841,70. Investor asing mencatatkan penjualam bersih alias net sell sebesar Rp56,3 miliar miliar di seluruh pasar.
Total transaksi hingga penutupan siang hari ini mencapai Rp8,9 triliun dari 13,9 miliar saham yang diperdagangkan. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp2 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,1 triliun. Sehingga investor asing mencatakan penjualan bersih alias net sell sebesar Rp56,3 miliar diseluruh pasar.
Sebanyak 244 saham menguat, 264 saham melemah. Saham-saham yang nilainya terbesar dijual asing atau net sell adalah Bank BRI (BBRI) senilai Rp75 miliar, Bukit Asam PTBA) senilai Rp66 miliar, Adaro Energi (ADRO) senilai Rp29 miliar, Indo Tambangraya (ITMG) senilai Rp 24 miliar, Aneka Tambang (ANTM) senilai Rp22 miliar, Tower Bersama Infrastructur (TBIG) senilai Rp15 miliar dan United Tractors UNTR) senilai Rp11 miliar.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya BYAN sebesar Rp2.250 menjadi Rp48.700 per lembar dan NFCX sebesar Rp1.125 menjadi Rp7.850 per lembar serta TCID sebesar Rp675 menjadi Rp5.675 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya SUPR sebesar Rp950 menjadi Rp48.000 per lembar dan UNTR sebesar Rp550 menjadi Rp29.350 per lembar serta TGKA sebesar Rp475 menjadi Rp7.825 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya GOTO sebanyak 57.231 kali senilai Rp1,30 triliun kemudian WINS sebanyak 45.502 kali senilai Rp16,3 miliar dan WIRG sebanyak 34.523 kali senilai Rp211,3 miliar.
Related News
Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan
Tongkrongi BI Rate, Investor Sikat Saham JPFA, SUPA, PGEO hingga BULL
IHSG Nyungsep Efek MSCI, Pasar Domestik Sambut Aliran Modal Korsel
Pelototi Saham Ini, IHSG Berpotensi Terkoreksi
Papan Akselerasi & 1 Sektor Ini Jadi Primadona Kala IHSG Ambruk ATL





