ASLC Catat Pendapatan Naik, Tapi Laba Bersih Susut 54% di Q1 2026
:
0
Caroline.id, jenama jual beli mobil bekas milik PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Foto: ASLC
EmitenNews.com - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan pendapatan sebesar Rp589,87 miliar pada semester I-2026, tumbuh 31,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, lonjakan beban pokok pendapatan membuat laba bersih perseroan tergerus lebih dari separuh menjadi Rp8,48 miliar.
Pada semester I 2026, emiten otomotif itu tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp589,87 miliar, meningkat dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp447,09 miliar.
Kendati begitu, beban pokok pendapat justru membengkak 48,29 persen menjadi Rp470,93 miliar dari sebelumnya sebesar Rp317,58 miliar. Alhasil, laba bruto ASLC tercatat Rp118,93 miliar, turun dari Rp129,51 miliar.
Di samping itu, meski beban penjualan berhasil ditekan, beban umum dan administrasi justru meningkat 6,78 persen dari Rp106,91 miliar menjadi Rp114,16 miliar. Hal ini membuat laba operasi turun drastis dari Rp17,93 miliar menjadi Rp3,16 miliar.
Setelah menghitung pendapatan keuangan neto, pajak final hingga beban keuangan, ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp8,48 miliar, merosot 54,31 persen dari Rp18,56 miliar. Kinerja tersebut membuat laba per saham ikut merosot jadi Rp0,67 per saham dari sebelumnya Rp1,46 per saham.
Menilik dari neraca, total aset ASLC di semester I 2026 tercatat sebanyak Rp938,93 miliar, naik 0,35 persen dari Rp935,62 miliar per 31 Desember 2025. Liabilitas tercatat sebesar Rp169,46 miliar, naik 13,07 persen dari sebelumnya sebesar Rp149,87 miliar. Sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp769,46 miliar, turun 2,07 persen dari sebelumnya Rp785,75 miliar.
Dari sisi arus kas, ASLC membukukan arus kas operasional minus Rp72,49 miliar pada semester I 2026, berbalik dari sebelumnya Rp20,28 miliar. Penurunan itu terjadi meski penerimaan kas dari pelanggan tumbuh 26,08 persen menjadi Rp589,08 miliar.
Lalu di sisi pendanaan, ASLC mencatat arus kas keluar neto sebesar Rp11,54 miliar. Hal itu terdiri dari pembelian kembali saham treasury sebesar Rp5,01 miliar dan pembayaran dividen sebesar Rp2,28 miliar.
Sementara itu, kas dan setara kas ASLC mengalami penurunan menjadi Rp90,41 miliar. Meski begitu, posisi kas akhir per semester I 2026 berada di posisi Rp260,41 miliar.
Pada perdagangan Selasa (28/7) saham ASLC ditutup menguat 6,35 persen atau naik 4 poin ke level Rp67.
Related News
Jawara HSC, ini Kinerja Emiten Sri Tahir (MPRO) Semester I
Babak Belur, CMPP Paruh Pertama Tekor Rp1,45 Triliun
Laba dan Pendapatan Emiten Grup Lippo (LPCK) Kompak Melejit
ADHI Buka Suara Soal Keterlambatan Serah Terima Unit Anak Usaha ADCP
Biayai Akuisisi, MGLV Right Issue 285,73 Juta Lembar
Beban Membengkak, GTSI Berbalik Rugi USD1,92 Juta di Semester I 2026





