EmitenNews.com - PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menargetkan perolehan kontrak Rp712 miliar dengan pendapatan sebesar Rp517 miliar dalam rencana kerja anggaran perusahaan tahun 2026. Hal ini disampaikan melalui Public Expose ASLI yang digelar di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Direktur Utama ASLI, Agus Karianto, mengatakan rencana kerja tersebut disusun oleh pengendali baru bersama pengurus baru sesuai hasil keputusan RUPSLB 2026.
Selain target kontrak jumbo, ASLI juga menargetkan gabungan pendapatan Joint Operation (JO) dan Non JO, Gross Profit Margin (GPM) sebesar Rp71,23 miliar (13,7 persen), EBITDA sebesar Rp 58,09 miliar dan Nett Profit Margin Rp 7,52 miliar.

"Adapun segmen pasar yang ditargetkan adalah proyek–proyek APBN dan BUMN serta proyek dari pengendali baru Perseroan. Saat ini ada beberapa proyek sedang proses tender dan waktu dekat akan segera ada pengumuman pemenang," ujar Agus.

Di samping itu, anak usaha PT Bumi Prima Konstruksi dan PT Manyar Perkasa Mandiri tetap beroperasi dalam rangka mendapatkan recurring income dan mensupport bisnis Perseroan, yaitu berupa penyewaan batching plant dan alat berat/ heavy equipment.

Agus menambahkan, di bawah pengendali baru yaitu PT Wahana Konstruksi Mandiri, ASLI  berfokus pada penguatan posisi sebagai perusahaan konstruksi yang terintegrasi, berdaya saing tinggi, serta memiliki kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Perseroan juga akan melakukan diversifikasi portofolio proyek dengan memperluas penetrasi ke segmen konstruksi bernilai tambah tinggi, seperti infrastruktur strategis, energi, serta proyek berbasis engineering, procurement, and construction (EPC). Termasuk meningkatkan produktivitas melalui modernisasi peralatan, digitalisasi proses konstruksi, serta penerapan teknologi untuk mendorong efisiensi biaya dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.

"Saat ini perseroan memiliki portofolio aset tetap berupa peralatan berat konstruksi, antara lain 30 unit excavator, 24 crane (crawler & roughter), 6 unit rotary drilling rig, 1 unit batching plant beserta 13 unit truck mixer, 1 unit tongkang beserta tug boat dan unit peralatan pendukung lainnya yang berperan sebagai productive asset dalam menunjang pelaksanaan proyek secara efisien dan tepat waktu," ujar Agus.

Kendati demikian, Agus mengatakan, belum dapat menyampaikan jumlah aset yang dimasukkan pengendali baru, namun pihaknya akan secara berkala menginformasikan melalui keterbukaan informasi.

"Kami tidak bisa menyampaikan detail di sini, namun nanti secara berkala akan kami update di KI (keterbukaan informasi)," tutup Agus.

Susunan manajemen ASLI terbaru yakni sebagai berikut;