ASSA Siapkan Capex Rp1,5 Triliun, Peremajaan dan Tambah Armada Baru
:
0
Kantor Adi Sarana berdiri menantang langit. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun di tahun 2026. Jumlah tersebut rencananya dialokasikan untuk peremajaan unit kendaraan hingga penambahan armada baru.
Bahkan, ASSA juga berencana membeli tanah dan bangunan guna mendukung infrastruktur operasional perseroan.
Direktur ASSA, Jerry Fandy Tunjungan juga menyampaikan pertumbuhan kinerja keuangan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Perseroan membidik pertumbuhan double digit untuk segmen logistik.
“Sementara untuk bisnis rental dan ekosistem kendaraan bekas (ASLC), ASSA cenderung menetapkan target yang konservatif dengan kinerja yang diharapkan tetap stabil. Untuk mendukung hal tersebut, ASSA akan terus memperkuat seluruh lini bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan,” ujar Jerry, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (22/6/2026).
Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, Jerry menyampaikan bahwa dampak dari kebijakan tersebut masih dapat dimitigasi, baik dari sisi rental maupun logistik.
“Meski demikian, ASSA terus memantau secara cermat potensi dampak kenaikan harga BBM terhadap permintaan pasar, baik pada segmen rental maupun logistik, terutama terkait penggunaan BBM non-subsidi seperti solar dan bensin,” ungkap Jerry.
Pada kesempatan itu, perseroan juga mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp30 per helai atau senilai Rp110,7 miliar.
Jika diakumulasikan dengan dividen interim senilai Rp20 per lembar saham dengan total Rp73,8 miliar yang telah dikucurkan pada Kuartal III-2025 lalu, maka total dividen tahun buku 2025 yang dibagikan ASSA mencapai Rp184,6 miliar. ***
Related News
Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Referensi di Forum Internasional
Ternyata Segini Kepemilikan Saham Kaesang di Emiten Udang Beku PMMP
PSAB Genjot Cadangan Baru, Pengeboran Emas Capai 6.770 Meter
DKFT Bor 276 Titik di Morowali Utara, Pacu Pengembangan Cadangan Nikel
Restrukturasi Internal, 59 Persen Saham BMSR Berpindah
Andalan Sakti (ASPI) Gonta-Ganti Calon Pengendali!





