EmitenNews.com - Perusahaan sawit grup Astra, PT Astra Agro Lestari (AAL) siap bermitra dengan petani sawit swadaya untuk mempercepat program "replanting" atau peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak lagi produktif.

CEO PT Astra Agro Lestari Santosa  mengatakan perusahaan siap membiayai program itu hingga tanaman sawit memasuki masa produksi normal sehingga tidak bergantung pada dana hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

 

"Manajemen perusahaan prinsipnya siap menjadi mitra petani tanpa harus menggunakan dana BPDPKS tapi dari sumber lain dengan rate yang relatif tak memberatkan petani," katanya Jumat (16/2).

Santosa mengatakan, persoalan yang dihadapi dalam meremajakan tanaman sawit petani swadaya, selain faktor legalitas lahan juga terbatasnya sumber permodalan petani.

 

Dalam program peremajaan sawit petani swadaya, lanjutnya, pemerintah melalui BPDPKS telah mengalokasikan dana hibah peremajaan sawit rakyat (PSR)sebesar Rp30 juta/hektar.

Dikatakannya, dana sebesar itu hanya cukup untuk pengadaan bibit dan "land clearing" atau pembersihan lahan padahal tanaman harus dipelihara, dikelola optimal hingga produksinya optimal.

 

Menurut dia dana yang diperlukan untuk menghasilkan buah sawit mampu menghasilkan produktivitas tinggi yakni 20 - 25 ton tandan buah segar (TBS), setidaknya Rp 120 juta/hektare.