EmitenNews.com - Ada perkembangan dari negosiasi rencana pembelian bahan bakar murni (base fuel) Pertamina oleh Badan Usaha SPBU Swasta. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sudah ada perjanjian terkait pembelian, yang dilakukan secara business to business (B2B).

Dalam keterangannya seperti dikutip Selasa (21/10/2025), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, sudah ada B2B antara Pertamina dengan swasta. ”Mereka lagi kolaborasi. Sudah ada beberapa yang melakukan perjanjian.

Sayangnya, Menteri Bahlil mengaku belum mengetahui detail dari perjanjian yang dilakukan, begitu juga dengan perusahaan yang melakukan pembelian. "Saya tidak tahu teknisnya, karena itu B2B."

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan proses negosiasi jual beli base fuel atau bahan bakar murni dengan badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) swasta masih terus berjalan. Bagusnya, negosiasi sudah mencapai titik kesepakatan.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan kesepakatan untuk melakukan negosiasi sudah tercapai antara Pertamina dengan sejumlah badan usaha swasta. Pembahasan difokuskan pada penjabaran teknis pelaksanaan dan kesepakatan komersial.

"Kesepakatan untuk bernegosiasi terkait kebutuhan, teknis operasional, dan Komersial sudah bersepakat, saat ini pembahasannya menuangkannya dalam aspek teknis pelaksanaannya on progress ya," kata Roberth MV Dumatubun kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/10/2025).

Seluruh badan usaha swasta turut terlibat dalam proses diskusi tersebut. Namun, daftar pihak-pihak yang akan menandatangani kesepakatan masih menunggu hasil akhir dari pembahasan internal.

"Semua BU Swasta kan kita bersepakat untuk diskusi sampai saat ini saya masih menunggu hasilnya siapa saja SPBU yang sepakat membeli," ujar Roberth MV Dumatubun. 

Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan BU SPBU Swasta perihal kesepakatan pembelian BBM. Namun menurutnya kemungkinan sudah ada keputusan yang bisa diambil dalam waktu dekat.

"Masih berjalan pembahasannya terus dengan badan usaha BBM swasta. Yang pasti kita akan open book, komersialnya secara terbuka. Semua terbuka," ungkap Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/10/2025).