Balik Untung, Kimia Farma (KAEF) Cetak Laba di Semester I-2026!
:
0
Produk obat-obatan besutan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF). Foto: Kimia Farma.
EmitenNews.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) emiten farmasi pelat merah BUMN ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp54,07 miliar pada semester I-2026. Capaian ini berbalik positif dibanding periode sama tahun lalu yang masih rugi Rp135,61 miliar.
Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/8), kinerja per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, tertakar positif ditopang pertumbuhan penjualan bersih yang naik 7,6% menjadi Rp4,70 triliun dari Rp4,36 triliun pada semester I-2025.
Menilik pos operasional, laba usaha KAEF melonjak 111,3% menjadi Rp152,21 miliar, dari sebelumnya Rp72,01 miliar. Rasio beban usaha terhadap penjualan juga turun dari 34,2% menjadi 33,2%.
“Perbaikan kinerja ini hasil dari penguatan fundamental bisnis. Dengan dukungan Danantara, kami terus memperkuat portofolio, efisiensi operasional, penguatan produksi, dan perbaikan tata kelola,” kata Djagad.
Menurutnya, hasil semester I-2026 menunjukkan proses transformasi berjalan lebih sehat dan terukur.
Namun, Djagad mencatat pada kuartal II-2026 dinamika geopolitik di Timur Tengah masih menekan kinerja perseroan. Kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas impor jadi tantangan utama terhadap rantai pasok dan biaya produksi.
Untuk mengantisipasi hal itu, KAEF menjalankan efisiensi lanjutan, memperkuat pengendalian biaya, dan melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk agar pasokan dan margin tetap terjaga.
Menengok aspek produksi, perseroan mengoptimalkan fasilitas di Jakarta dan Banjaran, Bandung sebagai backbone untuk 50 produk utama termasuk obat esensial seperti Amlodipine, Codeine, Morfina, dan Abacavir.
Sementara di hulu, KAEF memperkuat peran Kimia Farma Sungwun Pharmacopia dan PT Sinkona Indonesia Lestari untuk pengembangan bahan baku obat lokal.
Related News
Menteri PKP Sanjung Bos BTN di Depan Presiden, ini Sebabnya
Angin Segar Data Center, Bos TOTL Justru Divestasi Saham Rp2,63 Miliar
Strategi TRIS Pacu Penjualan Ekspor Tembus 60 Persen, Laba Terkerek
Beban Bengkak, BNI (BBNI) Masih Untung 6,56 Persen di Semester I-2026
MLIA Cetak Rugi di Semester I 2026, Beban Membengkak
ALKA-AGAR Pasien Baru HSC, Simak Daftar Lengkapnya





