Stock Split Direstui, 3 Miliar Saham PBSA Siap Ramaikan Pasar
:
0
Salah satu proyek yang digarap emiten jasa konstruksi, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA)
EmitenNews.com - Emiten jasa konstruksi, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyetujui pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:2. Melalui aksi tersebut, nilai nominal saham PBSA dipangkas dari Rp50 menjadi Rp25 per saham, sementara jumlah saham beredar bertambah dari 3 miliar menjadi 6 miliar unit.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PBSA pada 18 September 2026. Manajemen kemudian memberikan kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan stock split sesuai ketentuan yang berlaku dan kondisi pasar modal.
Manajemen PBSA dalam keterbukaan informasi Selasa (22/9/2026) menyebut aksi korporasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham sekaligus mendukung likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya, Perseroan menyatakan stock split juga diharapkan dapat memperluas basis investor. Dengan penyesuaian harga teoretis saham, nilai dana yang diperlukan investor untuk membeli satu lot saham menjadi lebih terjangkau.
Meski jumlah saham meningkat dua kali lipat, stock split tidak mengubah total nilai investasi maupun persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham.
PBSA menyatakan struktur saham yang lebih besar dengan harga perdagangan per saham yang lebih rendah diharapkan membuat saham Perseroan lebih mudah diakses, termasuk oleh investor ritel.
Untuk pelaksanaannya, PBSA akan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan hasil stock split kepada BEI pada 1 Oktober 2026. Keterbukaan informasi terkait pelaksanaan aksi tersebut dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 13 Oktober 2026. Selanjutnya, perdagangan saham dengan nilai nominal baru dimulai pada 14 Oktober 2026.
Sementara itu, harga saham PBSA di pasar hingga pukul 15:21 WIB tercatat menguat 10 poin atau 1,38% ke Rp735 per saham. Namun, dalam sebulan terakhir, harganya anjlok 70 poin atau 8,7%.
Related News
EURO Restui Rights Issue 2 Miliar Saham dan Rombak Manajemen
FUTR Perluas Ekspansi, Rambah Bisnis Infrastruktur Air Minum
VICO Bagi Dividen Rp121,73 Miliar Setara 25,68% Laba, Yield Menarik
BEI Pantau JAWA, Masuk Radar UMA
Anak Usaha Baru MPXL Bermarkas di Serang, Modal Dasar Rp12 Miliar
BEI Resmi Ubah Harga Minimum Saham, Ini Daftar Saham Rp1-Rp50





