Lalui Masa Duka, Emiten Martha Tilaar (MBTO) Ungkap Kinerja Balik Laba
:
0
Ilustrasi potret Dr. (H.C.) Martha Tilaar berdiri di depan gerai perseroan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - PT Martina Berto Tbk. (MBTO) mencatat turnaround kinerja dan memastikan kegiatan usahanya tetap berjalan normal meski ditinggal berpulangnya founder sekaligus Komisaris Utama perseroan, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, pada 14 Oktober 2026.
Direktur Utama Bryan David Emil dan Corporate Secretary Muhammad Shabri Hasan dalam keterangan terakhir, wafatnya sang Pendiri secara otomatis mengakhiri masa jabatannya sebagai Komisaris Utama sesuai Anggaran Dasar Perseroan.
Adapun, disebut peristiwa duka tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha MBTO.
Di tengah masa transisi emiten produk perawatan kecantikan, kosmetika, dan jamu tersebut, MBTO justru membukukan perbaikan kinerja hingga kuartal III-2026.
Perseroan mencatat penjualan neto Rp379,99 miliar hingga 30 September 2026, naik 29,11% dari Rp294,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski terjadi beban pokok penjualan hingga 31,58% menjadi Rp233,88 miliar dari Rp177,75 miliar. Laba bruto MBTO sukses naik 25,34% menjadi Rp146,11 miliar dari Rp116,57 miliar.
Perbaikan paling terasa terlihat pada sisi profitabilitas. MBTO berhasil membalikkan rugi usaha Rp3,52 miliar pada tahun sebelumnya menjadi laba usaha Rp38,08 miliar, atau membaik Rp41,60 miliar. Laba sebelum pajak juga berbalik menjadi Rp25,78 miliar, dari sebelumnya rugi sebelum pajak Rp17,01 miliar, atau membaik Rp42,79 miliar.
Alhasil, laba neto yang diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp19,41 miliar, berbalik dari rugi neto Rp18,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau membaik Rp38,23 miliar.
Lalu neracanya, total liabilitas MBTO naik 5,48% menjadi Rp317,22 miliar hingga 30 September 2026 dari Rp300,73 miliar hingga 31 Desember 2025. Sementara total aset naik 5,61% menjadi Rp676,22 miliar hingga 30 September 2026 dari Rp640,32 miliar hingga 31 Desember 2025.
Related News
14 Saham Cum Dividen Sepekan ke Depan, Top Yield dari Grup Sinarmas
Ajaib Group Divestasi 9% Saham Bank Bumi Arta (BNBA), Rp236,9 Miliar
Kepemilikan Langsung, Sang Dirut Beli 143,6 Ribu Saham KKGI
Jelang Rebalancing MSCI, Muncul Nego Jumbo Saham ENRG Triliunan Rupiah
PORT Bagikan Dividen Interim Rp35,6 per Saham, Total Rp100,25 Miliar
Grup Salim Ungkap Latar dan Fakta Buyback Rp1,5 Triliun





