Jelang Rebalancing MSCI, Muncul Nego Jumbo Saham ENRG Triliunan Rupiah
:
0
Ilustrasi foto: instagram.com/Revalue.
EmitenNews.com - Perdagangan saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) pada Jumat, 6 November 2026, diwarnai gejolak transaksi negosiasi bernilai triliunan rupiah, tepat di saat pelaku pasar menanti hasil rebalancing indeks MSCI Inc. periode November 2026.
Berdasarkan data running trade Stockbit Sekuritas, tiga transaksi jumbo tercatat dalam rentang sekitar lima menit pada sore hari menjelang waktu penutupan, dengan broker pembeli dan penjual yang sama yakni, "CP" ataukode broker dari KB Valbury Sekuritas di pasar negosiasi (NG).
Rangkaian transaksi itu dibuka pada pukul 14.44.07 WIB/JATS dengan nilai Rp221,8 miliar untuk 3.925.560,92 lot, disusul transaksi terbesar pada pukul 14.47.17 WIB/JATS senilai Rp865,4 miliar untuk 15.734.323,64 lot, lalu ditutup pada pukul 14.49.10 WIB/JATS dengan nilai Rp149,6 miliar untuk 2.647.227,49 lot.
Jika digabungkan, total nilai ketiga transaksi tersebut mencapai sekitar Rp1,23 triliun, dengan total volume sekitar 22,30 juta lot atau setara 2,23 miliar lembar saham.
Munculnya transaksi negosiasi jumbo tersebut tidak lepas dari dua agenda yang beriringan. Di satu sisi, ENRG tetap tercatat sebagai konstituen dalam MSCI Small Cap Index, sehingga pergerakan sahamnya ikut dicermati menjelang penyesuaian komposisi indeks. Di sisi lain, salah satu pemegang sahamnya yang terafiliasi pegendali juga baru saja mengurangi porsi kepemilikan saham.
Tercatat, PT Bakrie Kalila Investment juga diumumkan ENRG per Kamis (5/11/2026) bahwa sebelumnya telah melepas 515.244.350 lembar saham ENRG senilai Rp312,6 miliar pada 2 November 2026.
Transaksi yang dilaporkan dalam keterbukaan informasi ENRG pada 5 November 2026 itu disebut, "Dilakukan untuk tujuan divestasi dengan kepemilikan saham langsung."
Setelah divestasi tersebut, kepemilikan Bakrie Kalila di ENRG tersisa 2,57 miliar lembar saham atau 6,46%, turun dari sebelumnya 3,08 miliar lembar saham atau 7,75%.
Rebalancing MSCI pada 12 November 2026
Untuk agenda MSCI, hasil penelaahan akan diumumkan pada 11 November mendatang dan akan menentukan saham-saham yang masuk maupun keluar dari sejumlah indeks global, termasuk saham-saham dari pasar Indonesia.
Related News
PORT Bagikan Dividen Interim Rp35,6 per Saham, Total Rp100,25 Miliar
Grup Salim Ungkap Latar dan Fakta Buyback Rp1,5 Triliun
Ribuan Investor Cabut, Emiten RANS Beber Kerja Sama dengan D’MASIV
LTLS Perkuat Bisnis Food Ingredients via Pengembangan FiberCreme
Laba Menukik, Agoes Projosasmito Makin Intens Jala Saham BRMS
RANS Buka Suara Soal Tur Asia D’MASIV, Begini Klarifikasinya





