Bangganya Bupati Magetan, Produk UMKM Daerahnya Masuk Pasar Ekspor
:
0
Bupati Nanik Endang Rusminiarti melepas ekspor sebanyak satu kontainer berbagai macam makanan olahan yang diproduksi enam UMKM wilayah setempat ke negara tujuan Maladewa, kawasan Asia Selatan. Dok. Jatimtimes.
EmitenNews.com - Makanan olahan produksi UMKM di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur menembus pasar ekspor. Bupati Nanik Endang Rusminiarti melepas ekspor sebanyak satu kontainer berbagai macam makanan olahan yang diproduksi enam UMKM wilayah setempat ke negara tujuan Maladewa, kawasan Asia Selatan.
Dalam keterangannya Bupati Magetan Nanik mengaku bangga karena keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal Magetan mampu bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa Pemkab Magetan terus memperkuat dukungan agar jumlah UMKM di wilayahnya yang masuk pasar ekspor terus meningkat.
"Ini capaian yang sangat membanggakan. UMKM dari Magetan kini bisa melakukan ekspor secara mandiri. Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus memberikan motivasi dan dukungan supaya makin banyak pelaku usaha yang bisa mengikuti langkah ini," ujarnya saat kegiatan pelepasan ekspor yang dipusatkan di lokasi produksi Keripik Tempe dan Sambal Pecel H&G di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Kamis (5/3/2026).
Enam UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut seluruhnya berasal dari Magetan. Mereka adalah UMKM Kentang Mustofa, H&G Tempe, Arrohman Kerupuk Sukun, Keripik Jamur Wisnu, dan Piscrunch.
Produksi makanan olahan UMKM yang diekspor di antaranya adalah keripik tempe, sambal pecel, kerupuk puli, keripik kentang, keripik sukun, banana chips, teri kacang kentang balado, dan keripik jamur.
Bupati berharap jumlah tersebut terus bertambah melalui peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Kementerian Perdagangan, dalam hal ini melalui Export Center Surabaya yang terus mendampingi.
"Semua pelaku yang mengekspor kali ini adalah UMKM kita sendiri. Tentu kami berharap jumlahnya bertambah, sehingga semakin banyak yang bisa naik kelas," katanya.
Sementara itu, Koordinator Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran, dan Kurasi Produk Ekspor pada Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan, Jalian Setiarsa mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor.
"Kami terus mendorong perluasan pasar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Magetan. Program ini memang kami tujukan bagi UMKM yang sudah pernah melakukan ekspor," katanya.
Export Center Surabaya hampir setiap bulan membantu dan mendampingi UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, dengan jumlah dan produk yang bervariasi.
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





