EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumkan apda bulan Juli 2026 terjadi deflasi sebesar 0,14% month to month (mtm) terhadap Juni 2026 yang terjadi inflasi 0,44%.

"Angka ini terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 111,89 pada Juni menjadi 111,73 pada Juli 2026," ungkap Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di Jakarta, Senin (3/8).

Dengan demikian secara tahunan atau year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar 2,88%, sedangkan year to date(ytd) terjadi inflasi sebesar 1,65%.

Menurut Ateng, pendorong terjadinya deflasi pada bulan Juli adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni sebesar -0,89%. Sedangkan kelompok yang menyubang inflasi terbesar pada kelompok transportasi sebesae 0,52% dengan andil 0,06% dan kelompok pendidikan yang menyumbang inflasi 0,55% dengan andil 0,03%. (*)