Dolar AS Anjlok, Rupiah Pagi ini Rebound ke Rp17.989
:
0
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan Senin pagi (3/8/2026). (Tangkapan Layar Google)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan Senin pagi (3/8/2026). Berdasarkan data real time Google Finance hingga pukul 10.25 WIB, nilai konversi mata uang Garuda berada di posisi Rp17.989 per dolar AS, menguat sekitar 0,28 persen atau bergerak mengencang dari posisi pembukaan pasar di level Rp18.041 per dolar AS dan level hari sebelumnya Rp18.037 per dolar AS
Pergerakan positif di pasar spot ini turut diikuti penguatan posisi pada transaksi antarbank domestik. Posisi mata uang rupiah yang merangsek kembali ke bawah level Rp18.000 menjadi angin segar bagi pasar keuangan dalam negeri setelah sempat tertekan sepanjang periode Juli lalu.
Penguatan nilai tukar rupiah pada awal pekan ini utamanya dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS di pasar global serta membaiknya sentimen risiko investor terhadap pasar keuangan kawasan Asia. Kebijakan intervensi pasar terkoordinasi antara AS dan Jepang untuk menstabilkan yen memberi dampak positif pada pergerakan mata uang negara berkembang.
Di sisi lain, apresiasi rupiah didukung oleh rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan sektor manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi pada Juli 2026. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia naik signifikan ke level 50,2 dari sebelumnya 46,9 pada Juni, didorong oleh tumbuhnya kembali produksi nasional dan penambahan tenaga kerja.
Pengamat pasar uang menilai pergerakan rupiah berpotensi tetap bergerak dalam rentang stabil seiring respons positif pelaku pasar terhadap data fundamental dalam negeri.
"Peningkatan beban kerja memicu penumpukan pesanan dan mendorong perusahaan menambah staf, yang memberikan sinyal pemulihan pada aktivitas ekonomi domestik," tulis analisis laporan Trading Economics.
Meski memperlihatkan tren rebound, pergerakan rupiah masih dibayangi oleh ekspektasi arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) serta perkembangan harga komoditas global pekan ini. Pelaku pasar keuangan diperkirakan akan terus mencermati rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dijadwalkan meluncur pekan ini sebagai petunjuk arah nilai tukar selanjutnya.(*)
Related News
Juli Terjadi Deflasi Sebesar 0,14 Persen
Sinyal Damai AS-Iran Katrol Harga Emas Antam Rp7.000 per Gram
Dolar Anjlok Pasca Intervensi Yen, Rupiah Berpotensi Menguat
Cegah Anjlok, AS dan Jepang Kompak Intervensi Pasar Yen
Rebound! PMI Manufaktur RI Capai ke 50,2, Tertinggi Dalam 5 Bulan
Jepang-AS Kompak Borong Yen di Pasar, Pertama Dalam 15 Tahun





