EmitenNews.com - Pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan, demi menambah kapasitas penyimpanan minyak mentah dalam negeri. Saat ini hanya bisa bertahan 20-25 hari, sehingga dikhawatirkan bakal mengganggu sistem pencadangan. Diperlukan anggaran Rp60 triliun-Rp90 triliun untuk membangun storage baru, yang bisa difungsikan sebagai Cadangan Penyangga Energi (CPE). 

Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Senin (9/3/2026), Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan bahwa Indonesia memerlukan anggaran puluhan triliun rupiah untuk membangun CPE seperti yang dimiliki banyak negara maju.

Negara-negara di dunia secara umum memiliki cadangan energi strategis rata-rata tiga hingga enam bulan sebagai langkah antisipasi ketika terjadi krisis energi atau gangguan distribusi minyak dunia.

Untuk membangun cadangan energi tersebut, dibutuhkan anggaran yang tidak kecil. Setidaknya untuk menyediakan stok BBM selama satu hari saja, diperlukan alokasi anggaran sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.

Jadi, apabila Indonesia ingin memiliki cadangan energi selama 30 hari, maka kebutuhan dananya bisa mencapai sekitar Rp60 triliun hingga Rp90 triliun.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan stok BBM Indonesia hanya mencapai 20 hari. Pernyataan itu sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, usai Selat Hormuz, Iran ditutup akibat perang Amerika Serikat - Israel versus Iran.

Kekhawatiran muncul karena penutupan jalur utama perdagangan perdagangan minyak global. Bahkan Pertamina juga mengungkapkan bahwa 19% impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Meski mulai mengkhawatirkan, kepada pers, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026), Menteri Bahlil meminta masyarakat tenang. Bahlil juga menjelaskan dari laporan Pertamina, stok BBM Indonesia saat ini sudah mencapai 22-23 hari.

"Kenapa persediaan kita tidak bisa lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? Storagenya gak cukup. Jadi mohon diluruskan, bukan kita gak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari. Daya tampungnya yang gak ada," kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan Presiden Prabowo Subianto juga sudah memerintahkan untuk membangun kilang penampungan BBM, supaya ketahanan energi Indonesia bisa lebih lama. Targetnya kapasitas penampungan yang diharapkan bisa mencapai stok BBM selama 3 bulan. ***