Bank CIMB Niaga (BNGA) Patok Harga Private Placement Rp1.575 per Lembar Saham
EmitenNews.com -PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berencana menerbitkan saham baru Seri B maksimal 10.599.000 lembar melalui mekanisme private placement, setelah kemarin para pemegang saham merestui rencana perseroan yang akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD).
Berdasarkan keterbukaan informasi BNGA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (24/1), Bank CIMB Niaga akan melaksanakan private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.599.000 saham, dengan harga pelaksanaan Rp1.575 per saham.
Rencana aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPS -LB) di Jakarta pada 11 Januari 2024. Para investor NISP juga memberikan kuasa kepada direksi untuk menentukan jumlah saham yang akan diterbitkan maupun harga saham baru.
Penerbitan saham hasil PMT-HMETD direncanakan pada 31 Januari 2024, sedangkan pencatatan saham hasil private placement ini akan dilakukan pada 1 Februari 2024.
Sebelumnya, manajemen BNGA menyebutkan bahwa pelaksanaan private placement tersebut sejalan dengan upaya perseroan untuk memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di masyarakat (free float) minimal 7,5 persen dari jumlah saham tercatat.
Berdasarkan data RTI per 31 Desember 2023, pemegang saham publik (warkat dan non-warkat) di BNGA sebanyak 7,0692 persen dan saham treasury sebanyak 0,408 persen. Perlu diketahui, pada pelaksanaan PMT-HMETD kali ini, para pemegang saham BNGA akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal 0,04 persen.
Rencananya, seluruh dana hasil PMTHMETD BNGA setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi kegiatan usaha perseroan dalam bentuk penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis BNGA.
Related News
OMED Paparkan Prospek 2026
MEJA Kebut Produksi Batu Bara 1,5 Juta Ton
Respons Ramalan Samuel Sekuritas, Begini Reaksi RLCO
Lepas Jutaan Saham BRRC, Granada Global Dulang Rp3,83 Miliar
Bertahap! Free Float Sejumlah Bank Ini di Bawah 15 Persen
Profit Taking, Investor Ini Buang Saham YULE Rp140,19 Miliar





