Hari Ini! RISE Salurkan Saham Bonus Rp525,36 Miliar
:
0
Salah satu proyek garapan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Jaya Sukses Makmur (RISE) menggelontorkan saham bonus Rp525,36 miliar. Itu dengan melepas 5,25 miliar saham berbalut nilai nominal Rp100 per lembar. Pembagian saham bonus dibekali rasio 25:12.
Artinya, setiap pemilik 25 saham lawas berhak mengenyam 12 saham baru. Singkatnya, setiap pemilik satu lot saham perseroan akan mendapat 48 saham baru. Kebijakan pembagian saham bonus periode tahun buku 2024 tersebut sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham pada 8 Januari 2026.
Dengan demikian, jadwal pembagian saham bonus menjadi sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 19 Januari 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 20 Januari 2026. Cum dividen pasar tunai pada 21 Januari 2026. Ex dividen pasar tunai pada 22 Januari 2026.
Daftar pemegang saham berhak atas dividen saham alias recording date pada 21 Januari 2026 pukul 16.00 WIB. Pembagian dividen saham pada 9 Februari 2026. Pembagian saham bonus itu, bersandar pada data keuangan per 31 Desember 2024 dengan modal disetor lainnya Rp567,89 miliar. Total ekuitas Rp2,6 triliun.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia melansir harga teoritis saham bonus bersandar pada akhir cum date di pasar reguler tanggal 19 Januari 2026 tercatat Rp9.700. Dengan demikian, harga teoretis untuk pedoman tawar menawar, perhitungan Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia, dan Indeks Harga Saham Individual ditetapkan berdasarkan formula sebagai berikut.
Harga teoritis 25 x Rp9.700/25 + 12 = Rp6.554,054. Dengan begitu, harga teoretis saham RISE dicantumkan di JATS untuk pasar reguler, dan pasar negosiasi pada 20 Januari 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp6.550. Bursa menyesuaikan harga dasar untuk penghitungan indeks harga saham individual RISE ditetapkan berdasar formula sebagai berikut.
Harga dasar baru 6.550/9.700 x 163 = 110,067. Sekadar informasi, RISE menggulirkan saham bonus Rp525,36 miliar. Itu dengan melepas 5,25 miliar saham berbalut nilai nominal Rp100 per lembar. Kebijakan itu, diharap dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham emiten Hermanto Tanoko tersebut di Bursa Efek Indonesia, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





