Japfa Ltd Serok 98,9 Juta Saham Hasil Buyback JPFA
:
0
Suasana pabrik Japfa Comfeed ditilik dari udara. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) akan mengalihkan 98.905.300 saham hasil pembelian kembali (buyback). Saham hasil buybak itu, akan diserap penuh oleh Japfa, Pte, Ltd. Ya, Japfa Pte merupakan pemegang saham pengendali, dan pemegang saham utama perseroan.
Pelaksanaan pengalihan saham tresuri akan dilakukan pada 20 Mei sampai 26 Mei 2026. Harga pelaksanaan penjualan saham buyback mengacu Pasal 23 ayat 2 (c.1) POJK No. 29/2023. Harga penjualan saham hasil Pbuyback tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata pembelian kembali.
Kemudian, harga pengalihan saham tresuri tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia satu hari sebelum tanggal penjualan saham. Pendeknya, harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian bursa selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan dengan diskon paling banyak 7,5 persen.
Pengalihan saham treasuri itu, merupakan hasil buyback sebanyak 61.523.400 lembar pada akhir 19 Juni 2026. Lalu, periode 10 Mei 2021 sampai 21 Juni 2021, perseroan sukses menyerap buyback 37.381.900 saham, yang akan berakhir pada 18 Desember 2027.
Sepanjang perdagangan kemarin, saham JPFA bergerak atraktif. Melonjak 120 poin alias 4,98 persen menjadi Rp2.530 per lembar. Kendati begitu, sejak awal tahun alias year to date, saham JPFA terperosok 370 poin setara 12,76 persen dari episode 2 Januari 2026 di posisi Rp2.900 per helai.
Saham JPFA kemarin dibuka pada level Rp2.410 dengan menyentuh level tertinggi Rp2.530 per saham, dan terendah Rp2.400. JPFA dibekali dengan kapitalisasi pasar Rp29,67 triliun, dan price to earnings ratio (P/E) rasio 7,35 kali. (*)
Related News
Hibah Lahan Meikarta ke Negara Bukan Rp6 Triliun, Segini Angkanya
WTON Catat Lonjakan Skor ESG 71, Tarik Atensi S&P Global
Pendapatan 2025 Melonjak 317 Persen, KOTA Bidik Kinerja Kian Progresif
INDF Bagi Dividen Rp290 per Saham, Fokus Jaga Pangsa Pasar dan Profit
PPRE Lepas 100 Persen Saham Lancarjaya Rp1,6T dan Tunjuk Dirkeu Baru
Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Beberkan Ekspansi Aset Kapal Danaputri 1





