EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengemas laba tahun berjalan sebesar Rp1,25 triliun, mekar 53,49% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp811,11 miliar. Adapun laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp729,18 miliar, disertai naiknya laba per saham menjadi Rp48,56 per helainya.

Pendapatan bunga bersih menopang kinerja moncer BJTM atau yang juga dikenal Bank Jatim. Sepanjang paruh pertama 2026, pendapatan bunga bersih mencapai Rp4,77 triliun, tumbuh 39,00% dari tahun lalu sebesar Rp3,43 triliun. Perolehan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan syariah gross yang merongket 36,13% menjadi Rp6,72 triliun.

Pendapatan operasional lainnya juga meningkat 56,32% menjadi Rp713,35 miliar, meskipun beban operasional membengkak menjadi Rp4,06 triliun.

Dan jika melihat arus kasnya, BJTM membukukan penerimaan dari efek-efek sebesar Rp5,82 triliun, sehingga arus kas aktivitas investasi mencatatkan surplus Rp5,73 triliun. Dengan jumlah tersebut, membuat kondisi arus kas bersih berbalik dari defisit tahun lalu sebesar Rp4,18 triliun.

Di akhir, saldo kas dan setara kas akhir periode meledak 100,12% menjadi Rp18,61 triliun, hampir dua kali lipat dibanding posisi tahun lalu sebesar Rp9,30 triliun.

Sementara dari sisi neraca, BJTM membukukan jumlah aset Rp162,05 triliun turun dibandingkan per akhir 2025 sebesar Rp168,85 triliun.

Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham BJTM ditutup di level Rp515. Secara year to date, BJTM telah terkoreksi 4,63% atau turun 25 poin.