Bank Raya (AGRO) Yakin Kinerja Bakal Nanjak, Ini Faktornya
:
0
Manajemen Bank Raya ketika menggelar PE LIVE 2025 di Jakarta Selasa (9/9).
EmitenNews.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) melaporkan kinerja positif sepanjang Kuartal II/2025 dalam Public Expose Live 2025 yang digelar pada 9 September 2025. Bank digital anggota Grup BRI ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp32,93 miliar, tumbuh 64,5% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menegaskan pertumbuhan tersebut mencerminkan eksekusi disiplin strategi serta sinergi dengan ekosistem BRI. “Kami terus memperkuat inovasi produk digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga profitabilitas untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Kinerja positif Bank Raya tercermin dari rasio keuangan yang membaik. Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 4,91% dari 4,31%, Return on Asset (ROA) meningkat ke 0,50% dari 0,32%, dan Return on Equity (ROE) naik ke 2,04% dari 1,25%.
Dari sisi intermediasi, total kredit Bank Raya tumbuh 7,4% yoy menjadi Rp7,28 triliun. Penyaluran kredit digital menjadi motor utama dengan lonjakan 64,8% yoy, mendorong outstanding kredit digital mencapai Rp2,62 triliun. Produk unggulan seperti Pinang Dana Talangan menyalurkan Rp11,36 triliun (+57,5% yoy), sementara Pinang Flexi mencatat outstanding Rp1,01 triliun (+162,4% yoy).
Pertumbuhan bisnis digital juga terlihat dari Aplikasi Raya yang kini telah digunakan lebih dari 1,05 juta nasabah. Jumlah transaksi naik 42,7% yoy menjadi 2,1 juta, dengan digital saving menembus Rp1,5 triliun (+66,6% yoy). Hal ini turut mendorong dana murah (CASA) naik 7,6% menjadi Rp2,5 triliun, sehingga rasio CASA meningkat ke 29,72%.
Bank Raya tetap menjaga likuiditas kuat dengan LDR 86,74%, RIM 92,67%, LCR 313,41%, dan NSFR 154,08%, jauh di atas ketentuan minimum. Modal juga kokoh dengan CAR 43,99%.
“Kami optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan berkelanjutan hingga akhir 2025, dengan fokus pada inovasi digital, disiplin keuangan, dan pengelolaan risiko yang prudent,” tegas Bagus.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





