Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
:
0
Potret gedung operasional CPIN.
EmitenNews.com - Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sepanjang 2025 menghadirkan dinamika menarik. Di saat segmen utama ayam pedaging justru melemah, laba bersih perseroan malah melesat tajam.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 dikutip Kamis (19/3/2026), laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp5,6 triliun, melonjak 52 persen secara year on year (yoy) dari Rp3,7 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) tercatat sebesar Rp344,14 meningkat dari Rp226 per saham pada tahun sebelumnya.
Dari sisi top line, penjualan CPIN mengemas sebanyak Rp70,70 triliun atau menguat 4,78 persen yoy dari Rp67,48 triliun. Struktur pendapatan menunjukkan pergeseran, di mana segmen pakan (feed) justru menjadi motor penggerak dengan lonjakan 27,6 persen yoy menjadi Rp21 triliun.
Sebaliknya, segmen ayam pedaging sebagai kontributor utama pendapatan mengalami koreksi 3,7 persen yoy menjadi Rp34 triliun. Tekanan juga terlihat pada segmen ayam olahan yang menyusut 8,46 persen yoy menjadi Rp10,9 triliun.
Lalu di sisi lain, segmen anak ayam usia sehari (DOC) mencatat performa impresif dengan lonjakan 38 persen yoy menjadi Rp3,5 triliun, sementara segmen lainnya tumbuh tipis 2,4 persen yoy menjadi Rp1,3 triliun.
Secara geografis, pasar domestik masih mendominasi dengan kontribusi Rp70,43 triliun atau meningkat 4,7 persen yoy. Sementara penjualan ekspor, meski porsinya kecil, melesat 16,1 persen yoy menjadi Rp272,57 miliar.
Dari sisi profitabilitas, beban pokok penjualan meningkat lebih landai, yakni 2,1 persen yoy menjadi Rp58,3 triliun. Hal ini mendorong margin laba kotor mengembang menjadi 17,6 persen, sementara margin laba bersih terdongkrak hingga mendekati 8 persen.
Pada neraca, total aset perseroan bertambah 7,2 persen yoy menjadi Rp45,85 triliun. Di saat yang sama, liabilitas berhasil ditekan turun 6,36 persen yoy menjadi Rp11,70 triliun, sementara ekuitas menguat 12,75 persen yoy menjadi Rp34,15 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Selasa (16/3) saham CPIN tercatat stagnan di level Rp3.970.
Related News
Umumkan DHB 5.0, Apresiasi Tinggi untuk Nasabah Setia Danamon (BDMN)
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI
Jadi Rebutan Investor, TPIA Resmi Tuntaskan PUB V Rp6 Triliun
Saham Bank Mandiri (BMRI) Drop 6 Hari Beruntun Usai Dirut Riduan Beli





