Pengendali Serap 98,86 Persen Saham SOSS, Sinyal Menuju Delisting?
:
0
Prosesi Pencatatan Perdana Saham (IPO) emiten SOSS. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT ALSOK Co Ltd selaku pengendali baru PT Shield On Service Tbk. (SOSS) terpantau menyerap nyaris total porsi kepemilikan sahamnya pada 5 Mei 2026.
Dalam keterangan pada catatan transaksi SOSS pada Jumat (8/5) ALSOK menyampaikan telah membeli 120.000.000 lembar saham SOSS di harga Rp590 per saham. Nilai transaksi penambahan investasi itu mencapai Rp70.800.000.000.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Penambahan investasi dan peningkatan kepemilikan saham pada Perusahaan Terbuka tersebut dengan kepemilikan saham langsung," tulis SOSS.
Beriringan maraknya emiten yang mengajukan Voluntary Delisting (Delisting Sukarela), hal ini menjadi tanya tanya baru akan kelangsungan status perusahaan terbuka SOSS di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab regulasi free float (sebaran porsi saham bagi publik) telah diatur dan wajib membagikan minimal 15 persen.
Pascatransaksi, kepemilikan saham PT ALSOK Co Ltd di SOSS bertambah menjadi 963,3 juta lembar saham atau setara 98,86%, dari sebelumnya 843,3 juta lembar saham setara 86,54%.
Efektif Kendalikan SOSS Sejak 1 April 2026
Penambahan kepemilikan ini melanjutkan aksi korporasi ALSOK sebelumnya. SOSS secara resmi mengumumkan efektifnya penggabungan usaha dengan PT ALSOK BASS Indonesia Security Services (AB) per 1 April 2026.
Dalam aksi tersebut, SOSS bertindak sebagai entitas yang menerima penggabungan, sementara AB resmi berakhir status badan hukumnya. Seluruh aset, liabilitas, serta ekuitas dari AB otomatis beralih ke pembukuan SOSS.
Pasca-merger, ALSOK CO., Ltd. resmi menduduki posisi sebagai pemegang saham pengendali SOSS. Perubahan pengendali ini diharapkan dapat memperkuat posisi SOSS sebagai bagian integral dari jaringan global grup ALSOK.
Direktur Utama SOSS, Yoshinobu Nagao, menegaskan seluruh hak dan kewajiban hukum dari entitas yang bergabung telah sepenuhnya beralih kepada perseroan. Manajemen optimistis integrasi ini dapat meningkatkan skala usaha serta mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi.(*)
Related News
Pengendali SMLE Lepas 14,64 Juta Saham, Raup Rp1,97 Miliar
Bamsoet Masuk Lippo Karawaci (LPKR), Jadi Apa Dia?
Perkuat Penetrasi Pasar Ekspor, SIG (SMGR) Raih Pendapatan Rp8,29T
RI-Papua Nugini Terhubung Jembatan Digital, TLKM: Gerbang Asia Pasifik
BJTM Guyur Dividen 55 Persen dari Laba, Cum Date 18 Mei 2026
Jasa Marga (JSMR) Borong Saham, Nilainya Rp1,12 Miliar





