EmitenNews.com - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan dan pengolahan sawit yang terafiliasi dengan Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam, membantah kabar mengenai rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Direktur PGUN Tamlikho menegaskan, Perseroan maupun Grup hingga kini tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN. Manajemen juga mengaku tidak mengetahui kebenaran informasi mengenai kabar tersebut.

"Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," ujar Tamlikho dalam surat tanggapan atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Agustus 2026.

PGUN juga memastikan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali maupun Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) terkait rencana atau informasi mengenai akuisisi tersebut.

Bantahan serupa sebelumnya disampaikan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan lain yang terafiliasi dengan Haji Isam dan turut dikaitkan dengan rumor pengambilalihan sekitar 62,2% saham BYAN.

Direktur Utama JARR Indra Irawan menyatakan Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham BYAN.

"Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," ungkap Indra dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (19/8/2026).

Di tengah bantahan tersebut, pergerakan saham sejumlah emiten terafiliasi Haji Isam justru menunjukkan penguatan signifikan.

Berdasarkan data RTI Business, saham JARR menjadi salah satu yang paling mencolok dengan kenaikan 590 poin atau 24,79% ke level Rp2.970 per saham dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Transaksi saham JARR mencapai volume 29,25 juta saham dengan frekuensi 9.687 kali dan nilai transaksi Rp80,86 miliar.