BATA Beber Fokus Jadi Peritel Sepatu dan Fesyen
Sejumlah produk dari BATA.
EmitenNews.com - PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) menegaskan arah bisnis baru perusahaan setelah resmi menghapus kegiatan produksi dari Anggaran Dasar. Langkah ini dilakukan seiring dengan penghentian aktivitas pabrik pada Mei 2024 dan peralihan pasokan ke produsen lokal di Indonesia.
Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BATA menyebut penyesuaian ini bertujuan menyesuaikan model bisnis dengan kondisi operasional terkini. “Transisi produksi ke pemasok lokal meningkatkan fleksibilitas rantai pasok serta efisiensi biaya,” ujar Direktur & Corporate Secretary BATA, Hatta Tutuko Rabu (15/10).
Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, perseroan menghapus KBLI No. 15201, yakni kode kegiatan industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari. Kini, fokus utama Bata beralih ke sektor ritel dan distribusi, dengan beberapa strategi utama:
Optimalisasi jaringan toko dengan pendekatan berbasis kinerja, termasuk renovasi gerai untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, Peningkatan marjin keuntungan melalui penjualan koleksi eksklusif bernilai tambah, Efisiensi operasional di seluruh lini bisnis untuk menekan biaya, Pertumbuhan digital melalui kemitraan strategis dengan platform e-commerce dan Monetisasi aset, dengan menjual atau memanfaatkan properti yang tidak produktif.
Manajemen menargetkan strategi ini mampu meningkatkan penjualan toko yang sama (same-store sales) dan menjaga arus kas stabil hingga 2027.
“Tujuan kami adalah memulihkan profitabilitas dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang,” tambah Hatta.
Bata juga memastikan tidak ada risiko pasokan akibat penghentian produksi. Perusahaan kini menggandeng berbagai pemasok lokal tanpa kontrak eksklusif, untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk. Tim Quality Assurance (QA) juga diterjunkan guna memastikan standar mutu tetap terjaga.
Related News
IHSG Terjun Bebas 4,88%, Semua Sektor Rontok Tanpa Ampun
Tender Wajib AMMS Dibuka, Radiant Ruby Pasang Harga Rp156
Direktur BULL Borong 4 Juta Saham, Kepemilikan Naik Jadi 1,92 Persen
DAAZ Gabung ANTM–Huayou, Garap Proyek Jumbo EV Bernilai USD5–6 Miliar
Direktur BBCA Serok Saham Harga Bawah Rp2,1 Miliar
TOWR Mulai Buyback Hari Ini! Rp300M Disiapkan, EPS Siap Melesat?





